Ketua Umum Gerakan Percepatan IKN Nusantara, Ir. Desli Mempie. (ist)

Masyarakat Kaltim Sambut Dukungan China Pada IKN: Percepat Pemerataan di Indonesia Timur

Loading

JAKARTA-(Independensi.com) – Masyarakat Kalimantan Timur menyambut baik sukses Presiden Joko Widodo dan Menko Marves Luhut Panjaitan menggandeng Presiden RRT, Xi Jinping untuk mendukung percepatan pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan
Ketua Umum Gerakan Percepatan IKN Nusantara, Ir. Desli Mempie kepada Pers di Jakarta, Sabtu (29/7).

Ia berharap realisasi keterlibatan China lebih cepat lagi dalam pembangunan IKN Nusantara akan setelah penanda tanganan Memorandum Of Understanding (MOU) oleh Ketua Satgas Percepatan Investasi IKN Nusantara Jenderal (Pur.) Luhut Binsar yang disaksikan Presiden RI. Joko Widodo dan Presiden RRT Xi Jinping.

“Kami rakyat Kalimantan Timur berterimakasih atas segala upaya Presiden Joko Widodo dan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan serta Presiden Xi Jinping yang mau all out untuk pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Desli Mempie menjelaskan bahwa keterlibatan China sangat strategis dibidang finansial, tehnis pembangunan dan investasi berkelanjutan di IKN dan seluruh Kalimantan Timur.

“Bukan saja tehnik pembangunan yang akan masuk tapi juga berbagai tehnologi baru khususnya dibidang energi dan digital akan masuk. Investasi bisnis juga akan masuk menjadikan IKN sebagai bagian dari kota dunia modern,” ujarnya.

Sampai Indonesia Timur

Tidak saja di IKN dan Kalimantan, kehadiran bisnis dan teknologi baru China akan mendorong maju Indonesia timur, mempercepat pembangunan Maluku, Maluku Utara, seluruh Papua NTT, NTB dan Sulawesi.

“Upaya Jokowi dan Luhut menggandeng China sangat strategis karena akan memepercepat pemerataan ekonomi, sehingga tidak ada lagi daerah tertinggal. Semua bisa terhubung dan berlomba memajukan daerah,” jelasnya.

Kepemimpinan Presiden Jokowi dan ketepatan bekerjasama dengan China menurut Desli mendorong Indonesia lebih cepat menjadi negara Industri maju yang berbasiskan keadilan sosial.

“Jadi tidak adalagi jawasentris dan jakartasentris. Yang ada hanya satu Indonesia sentris. Seperti yang sukses dibangun di China. Membangun kekuatan di dalam, bersiap menghadapi perubahan global. Hanya China yang bisa mendorong Indonesia lebih cepat maju,” tegasnya.

Kerja Sama Strategis China-Indonesia

Sebelumnya Presiden China Xi Jinping pada Kamis (27/7) bertemu dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, atau yang akrab dipanggil Jokowi di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya.

Jokowi berada di Chengdu untuk menghadiri upacara pembukaan Pesta Olahraga Mahasiswa Sedunia (Universiade) ke-31 serta mengunjungi China.

Xi menyebut tentang dibukanya babak baru dalam membangun komunitas China-Indonesia dengan masa depan bersama pada tahun lalu dan tahun ini menandai peringatan 10 tahun pembentukan kemitraan strategis komprehensif antara China dan Indonesia.

Xi mengatakan bahwa China bersedia menggunakan kesempatan ini sebagai peluang untuk memperdalam kerja sama strategis dengan Indonesia, memberikan contoh bagi negara-negara berkembang untuk berbagi masa depan bersama, mengejar solidaritas dan kerja sama, serta meningkatkan pembangunan bersama, dan menyuntikkan lebih banyak kepastian serta energi positif ke kawasan dan dunia.

China bersedia mempertahankan komunikasi strategis reguler dengan Indonesia, memperkuat pertukaran pengalaman tata kelola negara, menginisiasi mekanisme dialog “2+2” bagi para menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara, serta membangun rasa saling percaya strategis tingkat tinggi, ujar Xi.

Berbagai pencapaian besar telah diraih dalam menyinergikan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra dengan visi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia, kata Xi.

Dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan segera beroperasi, kedua belah pihak perlu memastikan standar dan kualitas tinggi proyek tersebut, menyuntikkan lebih banyak dorongan bagi pembangunan Indonesia, ujar Xi, seraya menambahkan bahwa kedua negara perlu memajukan kerja sama mengenai kawasan industri komprehensif.

China mendukung Indonesia dalam membangun ibu kota barunya dan Kawasan Industri Kalimantan, serta bersedia memperluas kerja sama di sejumlah bidang, seperti kendaraan energi baru dan kota pintar, serta bersama-sama mempromosikan transformasi digital industri.

China bersedia untuk terus memperluas impor komoditas curah dan produk pertanian berkualitas tinggi dari Indonesia, mengimplementasikan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), dan memperkuat kerja sama di berbagai bidang seperti ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, revitalisasi perdesaan, pendidikan kejuruan, pendidikan bahasa, kedokteran dan kesehatan, serta kebudayaan dan pariwisata.

China siap memperdalam kemitraan strategis komprehensifnya dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dan mendukung tugas Indonesia sebagai ketua bergilir ASEAN, tutur Xi.

China juga siap memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Indonesia di bawah G20, BRICS, dan mekanisme multilateral lainnya, mendorong implementasi Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, dan Inisiatif Peradaban Global, menjaga perdamaian serta stabilitas regional dan global, serta mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa hubungan bilateral Indonesia-China telah mengalami kemajuan substansial sejak dirinya menyambut Xi di Bali pada tahun lalu.

Indonesia dengan tegas menjunjung tinggi kebijakan Satu China dan bersedia untuk terus meningkatkan kerja sama dengan China di berbagai bidang seperti investasi, perikanan laut, ketahanan pangan, dan perawatan kesehatan, ujarnya.

Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, dan Inisiatif Peradaban Global yang dikemukakan oleh Xi bersifat terbuka dan inklusif, ujar Jokowi, seraya menambahkan bahwa Indonesia secara aktif mendukung inisiatif-inisiatif tersebut.

Indonesia bersedia memperkuat komunikasi strategisnya dengan China dan bersama-sama menjaga perdamaian, stabilitas, pembangunan, dan kemakmuran regional, papar Jokowi.

Setelah pertemuan tersebut, Xi dan Jokowi menyaksikan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama bilateral. (*)