Erick Thohir. (Dok/Ist)

Erick: Soal Rekrutmen Sukarelawan, Tidak Benar

JAKARTA (IndependensI.com) – Sebuah pesan berantai soal sukarelawan Asian Games 2018, tersebar luas melalui aplikasi pesan telepon selular dan media sosial sejak Sabtu (6/1). Situasi ini segera membuat Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) mengeluarkan pernyataan agar masyarakat mewaspadai informasi tersebut.

Pihak INASGOC menyebutkan, untuk kesekian kalinya informasi menyimpang terkait dengan kebutuhan sumber daya manusia guna mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 merebak. Hal ini disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terkait dengan pencarian volunter dengan iming-iming honor Rp 600.000 per hari.

Pendaftaran sukarelawan tahap pertama, sudah digelar pada bulan September 2017 untuk kebutuhan “test event”. INASGOC sendiri mendapatkan sukarelawan yang memadai untuk menunjang “test event” yang akan berlangsung 10 hingga 24 Februari mendatang. Mereka akan kembali memberikan dukungan saat Games Times pada bulan Agustus nanti.

“Jadi, terkait dengan beredarnya info mengenai pencarian volunter dengan iming-iming uang, saya nyatakan hal itu hoaks dan sama sekali tidak benar,” kata Ketua Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir, Minggu (7/1). Penegasan kembali mengenai sukarelawan itu disampaikan Erick itu sekaligus membantah informasi yang tersebar di tengah masyarakat dengan mengatasnamakan diri sebagai koordinator sukarelawan atau agen yang ditunjuk untuk pencari tenaga sukarelawan Asian Games 2018. Pasalnya, saat ini INASGOC belum membuka kembali pendaftaran sukarelawan untuk Games Times.

“Di tengah maraknya isu bahwa ada penerimaan sukarelawan untuk Asian Games 2018, bahkan ada yang meminta pembayaran, kami meminta kepada masyarakat untuk waspada,” ujar Erick. Dia menegaskan bahwa semua informasi dan pendaftaran untuk sukarelawan Asian Games 2018 melalui website resmi Asian Games 2018 www.asiangames2018.id, dan semua proses rekrutmen dilakukan bagian sumber daya manusia INASGOC. “Selain itu, kami juga tidak pernah menunjuk agen atau koordinator pencari tenaga sukarelawan. Saat ini, kami tengah koordinasi dengan aparat kepolisian bidang siber untuk mencari penyebar berita bohong itu,” tutur Erick.

Sebagai informasi, kebutuhan tenaga sukarelawan untuk mendukung Asian Games 2018 diperkirakan akan banyak. Demi melayani sekitar 12.000 atlet dan ofisial dari 45 negara serta dihadiri sekitar 5.000 media diperlukan jumlah sukarelawan yang bisa mencapai 20.000 orang serta memiliki kemampuan memadai. Oleh karena itu, tidak heran jika hingga kini banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kebutuhan sukarelawan yang banyak itu untuk tujuan tidak benar dan mengambil keuntungan pribadi dengan merugikan Inasgoc sebagai penyelenggara Asian Games 2018 serta masyarakat yang benar-benar ingin mendukung sukses pesta olahraga bangsa Asia, mulai 18 Agustus hingga 2 September mendatang.