Panen raya padi di Yogyakarta. (Humas Kementerian Pertanian)

Panen Padi Melimpah hingga Maret 2018, Bulog Harus Jamin Harga Petani

JAKARTA (Independensi.com) – Panen padi masih akan melimpah di bulan Januari ini hingga Maret tahun 2018. Untuk itu Bulog sebagai BUMN pangan diharapkan dapat langsung menyerap hasil panen petani demi keamanan stok pangan nasional.

Selain itu, serapan gabah Bulog juga ditargetkan mampu memberi jaminan kepada petani untuk mendapatkan harga penjualan gabah yang menguntungkan.

Berdasarkan keterangan pers kepada Independensi.com, pada safari panen padi di Yogyakarta belum lama ini, di dua lokasi panen di DI Yogyakarta, Bulog menyerap dengan harga Rp. 5.000 perkilogram.

Pada Senin (8/1/2018), Kepala Balitbangtan Muhammad Syakir melaksanakan panen di dua lokasi di Kabupaten Bantul, yaitu Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu dan Desa Srihardono, Kecamatan Pundong.

Di Kecamatan Sedayu, Kepala Balitbangtan memanen padi varietas Ciherang seluas 25 hektare (Ha) yang sebagian besar diantaranya telah menerapkan teknologi Jajar Legowo. Hasil ubinan di lokasi ini sangat menggembirakan karena mencapai 8,96 ton/Ha gabah kering panen.

Usai panen, Syakir juga menyerahkan bantuan benih varietas unggul baru Inpari 30 sebanyak 1 ton serta meresmikan gudang benih baru di kelompok tani Dusun Samben, Sedayu.

Sementara itu, di Kecamatan Pundong, lahan yang dipanen seluas 32 Ha dengan hasil ubinan mencapai 8,32 ton/Ha. “Ini adalah produktivitas yang cukup tinggi mengingat musim ini biasanya musim paceklik, tapi ternyata kita bisa panen dengan produktivitas yang tinggi,” ujarnya.

Di wilayah tersebut petani menggunakan varietas Situ Bagendit yang merupakan varietas unggul tahan kering.

Kepala Balitbangtan juga menambahkan di tahun 2018 ini kebijakan dari pemerintah khususnya terkait bantuan akan terus ditingkatkan. “Bantuan alsintan dan irigasi ditingkatkan, embung juga ditingkatkan untuk ketersediaan air, karena jika air tersedia maka akan selalu ada pertanaman dan bisa multi komoditas sehingga petani akan bisa menambah pendapatan,” tambahnya.

Ia juga melihat bahwa wilayah DI Yogyakarta sudah menuju mandiri benih, dan Balitbangtan akan mendukung dengan menyediakan benih varietas unggul baru secara gratis bekerjasama dengan pemerintah daerah dan TNI.

“Beberapa kelompok tani sudah bersedia, dan tadi sudah diawali di Bantul.” jelas Syakir.

Syakir juga mengingatkan pentingnya mandiri benih kaitannya dengan pencapaian swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

”Dengan mandiri benih ini bisa mempercepat penggunaan varietas unggul baru, tidak ketergantungan dengan benih lain dari luar, selain itu juga mampu menambah pendapatan petani penangkar benih,” ujarnya.

Kebutuhan benih untuk DI Yogyakarta diperkirakan sebanyak 75 ton dan Balitbangtan siap untuk mendukung pemenuhan kebutuhan benih tersebut.