Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi. (foto:jonder sihotang)

KPU Ingatkan Paslon  Wali Kota Hindari Isu Sara

BEKASI (IndependensI.com)-  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, akan menetapkan pesangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi tanggal 12 Februari 2018. Saat ini, berbagai persialan dilakukan termasuk melakukan rapat bersama Komandan Kodim, Kapolres Ketua Desk Pilkada, Panwaslun, Satpol PP dan Dinas Perhubuhgan setempat.

“Kita perlu melakukan rapat persiapan dengan pihak terkait menyangkut keamanan dan kelancaran arus kendaraan. Karena saat penetapan akan dilakukan si Kantor KPU Jalan Ir H Juanda,” kata Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi, kemarin.

Setelah penetapan pasangan calon, akan dilanjutkan dengan pelaksanaan kampanye. Pengayuran jadual dan lokasi kampanye juga perlu diatur dan disepakati.

“Yang pasti akan ada kesepakatan bersama dua paslon untuk kampanye damai sehingga pelaksanaan Pilkada serentak di Kota Bekasi, dapat berjalan lancar,” tambah Ucu.

Pihaknya juga menyerukan kepada paslon wali kota dan wakil wali kota   untuk mewujudkan pilkada damai. Para paslon diminta tidak mengusung isu suku, agama, ras, dan antargolongan (sara) demi meningkatkan popularitas dan menarik suara.

Demikian ditegaskan Komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin saat menghadiri diskusi politik, belum lana ini. Menurutnya,  isu sara adalah isu yang sensitif dan sangat berbahaya jika diembuskan. Isu ini berpotensi merusak demokrasi dan persatuan bangsa.

Untuk menangkal isu sara, ada tiga strategi yang coba dilakukan oleh KPU Kota Bekasi. Pertama, memaksimalkan sosialisasi peraturan Pilkada.Kedua, memperkuat sosialisasi tentang larangan menyebarkan isu sara dengan lembaga keagamaan, dan menggelar Pilkada damai dengan para stokesholder.

“Disamping itu, KPU juga mewawancarai para tokoh berbagai agama, agar kita dapat menyatukan pandangan untuk menghindari adanya isue Sara, yaitu tadi dengan komunikasi dan edukasi. Komunikasi itu penting, agar tidak terjadi kesalah pahaman,”terangnya.

Menurutnya, komunikasi dan pendekatan dengan tokoh agama sangat penting, agar bisa menyampaikan kepada jamaahnya dengan baik”.

Selain itu, pendekatan kepada media juga penting, agar tidak mengangkat isu sara, terutama terkait hal-hal yang bersifat sensitif, tambah Syafrudin.

Di Kota Bekasi, paslon wali kota dan wakil wali kota diikuti dua pasang, yakni petahana Rahmat Effensi berana Tri Adhianto Tjahyono seorang PNS setempat, dan Nur Supriyanto bersama Adhy Firdaus.  (jonder sihotang)