Calon Bupati Majalengka nomor urut 1 Maman Imanulhaq berbincang dengan kyai sepuh kharismatik, KH. Abdul Latif

Kang Maman Temui ‘Orang Dekat’ di Dusun Terpencil

MAJALENGKA (Independensi.com) – Calon Bupati Majalengka nomor 1, KH Maman Imanulhaq, mengisi hari pertama kampanye, Kamis (15/2/2018) dengan mengunjungi sejumlah tempat di Kecamatan Rajagaluh dan Leuwimunding, Majalengka. Ia antara lain menyambangi dusun terpencil di dataran tinggi yakni Dusun Cikarikil, Kecamatan Rajagaluh.

Bertolak pada pagi hari, Maman Imanulhaq didampingi sang istri, Upik Rofiqoh, tiba kembai di rumahnya di Jatiwangi, petang hari. Mulai pagi sampai menjelang sore Kang Maman, sapaan akrab politisi PKB itu, antara lain bertemu dengan sejumlah pengusaha kecil-menengah, seperti produsen kerajinan rotan dan produsen kasur.

Kepada para pengarjin, pengasuh Pondok Pesanten Al- Mizan itu berjanji akan memberdayakan mereka dengan membukakan akses pemasaran dan permodalan.

Kang Maman juga bersilaturahmi ke kyai-kyai yang memiliki kedekatan khusus (khos) dengannya. Di Pondok Pesantren Al-Ghazali Kumbung, ia berbincang dengan KH. Harun Bajuri (ketua PCNU Majalengka), KH. Makki dan KH Yayat, soal program “One Village One Hafidz” di seluruh Majalengka, bila dirinya terpilih menjadi Bupati.

Sementara Desa Pajajar, Kang Maman menemui kyai sepuh kharismatik, KH. Abdul Latif, yang dulu mempertemukan ibu dan ayahnya.

Sore harinya, Kang Maman berkunjung ke dusun terpencil yakni Dusun Cikarikil, Desa Sindangpano yang ‘tersembyunyi’ di dataran tinggi di Kecamatan Rajagaluh.

Dusun itu memunggungi bukit dengan persawahan di depanya. Untuk mencapai ke sana harus melewati jalanan menanjak , berkelok – kelok, melintasi biibir Waduk Sindangpano.

Sekitar seratus meter sebelum sampai dusun itu, jalan menurun tajam dan menyempit, hanya cukup untuk satu mobil. Jalan itu merupakan jalan ‘buntu’ hanya sampai Dusun Cikarikil saja.

Terdapat sekitar 70 rumah di dusun itu. Menurut warga setempat, dulu jauh hari sebelum menjadi anggota DPR RI, Kang Maman pernah beberapa kali datang ke sana.

Di hadapan puluhan penduduk dusun itu, Kang Maman menyebut warga dusun Cikarikil sebagai ‘orang dekat’- nya. “Hari pertama kampanye , hari ini, saya datang ke orang – orang dekat saya. Termasuk ke sini,” ujarnya.

Hanya sekitar setengah jam Kang Maman berbincang dengan warga Cikarikil. Dusun terpencil itu adalah tempat terakhir yang dikununginya di hari pertama kampannye. Selanjutnya rombongan Kang Maman kembali ke Jatiwangi. (Putra)