Barnaby Joyce
Barnaby Joyce. (foto istimewa)

Wakil PM Australia Didesak Mundur

JAKARTA (IndependensI.com)  – Sebanyak 65 persen atau dua pertiga rakyat Australia mendesak Wakil Perdana Menteri (PM), Barnaby Joyce, untuk mengundurkan diri setelah berselingkuh dengan stafnya.

Desakan mayoritas warga itu merupakan hasil jajak pendapat surat kabar setempat yang dirilis Senin (19/2/2018). Skandal perselingkuhan itu membuat staf Joyce,  Vikki Campion, hamil. Campion telah mengundurkan diri sebagai sekretaris pers atau juru bicara Joyce.

Skandal seks ini jadi pukulan bagi Joyce—seorang Katolik yang berkampanye tentang nilai keluarga—yang telah menikah selama 24 tahun. Dia menolak untuk mengundurkan diri saat skandal terbongkar dan kini menanti bayi dari mantan stafnya.

Sekitar 65 persen warga menginginkan Joyce juga mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Nasional—partai mitra koalisi Partai Liberal.

Koalisi Liberal-Nasional telah terjalin sejak tahun 1923, dengan pemimpin Partai Nasional biasanya menduduki jabatan wakil perdana menteri.

Dengan tekanan publik yang meningkat, Joyce berusaha mengubah gelombang opini publik, dengan melayani sebuah wawancara langka pada hari Senin dengan surat kabar Sydney Morning Herald, di mana dia menyalahkan reaks publik atas “pertarungan” perkawinannya.

Joyce telah memulai cuti selama seminggu yang sangat tidak biasa atas desakan Perdana Menteri Malcolm Turnbull. Dia minggu ini akan melakukan perjalanan ke Washington.

Joyce minggu lalu secara terbuka mengkritik Turnbull karena menyebabkan kerugian lebih lanjut melalui komentar tentang perselingkuhannya.

Skandal tersebut telah mendorong Turnbull untuk melarang semua menteri melakukan hubungan seksual dengan staf-stafnya.

Turnbull dan Joyce telah mengadakan pembicaraan pada hari Sabtu. ”Kami telah menempatkan ketegangan apa pun yang ada di belakang kami,” kata Turnbull kepada sebuah stasiun radio di Melbourne pada hari Senin (19/2/2018), seperti dilansir Reuters.

Namun, Turnbull mengatakan tidak ada jaminan bahwa Joyce akan terus menjabat sebagai wakil perdana menteri. Keputusan kepemimpinan, kata dia, di tangan anggota parlemen Partai Nasional.

Pada hari Minggu, media Australia melaporkan bahwa tokoh-tokoh Partai Nasional secara terang-terangan bermaksud untuk menyingkirkan Joyce dari pimpinan partai.(BM/ist)