Menko Kemaritiman dan Menhub sosialisasi ganjil genal kendaraan masul tol di Bekasi. (ist)

Dua Menteri Sosialisasi Ganjil-Genap  Kendaraan Masuk Tol di Bekasi

BEKASI (IndependensI.com)-  Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin (5/3/2018) mensosialiasikan penerapan sistem kendaraan ganjil-genap di gerbang tol Bekasi Barat.

Luhut sempat membagikan brosur kepada  pengendara mobil yang mengarah ke  Jakarta di ruas tol Jakarta-Cikampek. Brosur  berisi uraian tiga aturan dalam kebijakan tersebut, yakni pemberlakuan ganjil-genap di akses tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta, lajur khusus angkutan umum (bus) dan pembatasan jam operasional barang (dua arah) pada golongan III, IV dan V.

Tiga paket kebijakan itu berlaku mulai  12 Maret 2018 setiap hari kerja, Senin-Jumat dari pukul 06.00-09.00. Kebijakan itu terkait adanya   pembangunan proyek LRT dan elevated di ruas jalan tol tesebut. Pengunaan nomor ganjil genap itu, didasari  Permenhub Nomor 99 tahun 2019 dan Permenhub Nomor 18 tahun 2018.

Sementara brosur kedua berisi jadwal keberangkatan bus Transjabodetabek Premium.  Luhut mengatakan, penerapan sistem ganjil-genap yang digagas Menhub bertujuan untuk mengatur lalu lintas di ruas tol Jakarta-Cikampek dan mengurangi kemacetan.

“Selain bisa mengurai kepadatan kendaraan di ruas tol, kebijakan ini juga bisa menekan penyebab kerusakan jalan,” katanya.

Luhut mengatakan, ruas jalan tol banyak yang rusak karena beban muatan kendaraan melebihi ambang batas toleransi yakni 10 ton per sumbu kendaraan. “Di lapangan, kendaraan yang ada terlalu berat sampai 40 ton, sehingga jalan cepat rusak,” katanya.

Menurutnya, kondisi jalan yang semrawut akibat kemacetan berdampak besar bagi masyarakat. Waktu tempuh perjalanan mereka ke tujuan cenderung molor, hingga menimbulkan biaya besar karena bahan bakar minyak (BBM) kendaraan lebih boros.  (jonder sihotang)