Pengunjuk rasa Palestina berlari menghindari gas air mata yang dilepaskan tentara Israel dekat perbatasan timur Gaza, Jumat (30/3/2018). (Foto: AFP)

Gaza Memanas, Belasan Tewas

JAKARTA (IndependensI.com) – Bentrokan meletus saat puluhan ribu orang warga Gaza menggelar unjuk rasa dekat perbatasan Israel, Jumat (30/3/2018). Setidaknya 16 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam konflik terburuk yang terjadi dalam satu hari sejak perang Gaza 2014.

Militer Israel menyerang tiga lokasi Hamas di Jalur Gaza dengan tembakan dari tank dan pesawat tempur. Mereka mengatakan serangan itu dilancarkan untuk membalas penembakan terhadap tentara penjaga perbatasan.

Pengunjuk rasa, termasuk perempuan dan anak-anak, berkumpul di beberapa lokasi di kawasan yang diblokade, di yang diapit Israel di batas timur dan utara.

Sejumlah kecil pengunjuk rasa lain melancarkan aksinya beberapa ratus meter dari perbatasan yang diperkuat pagar berduri. Tentara Israel menggunakan gas air mata dan tembakan untuk menghalau mereka.

Pasukan keamanan Israel juga melepas gas air mata dengan drone di sepanjang perbatasan. Juru bicara polisi setempat mengatakan baru kali ini pesawat remote control itu digunakan seperti ini.

Drone yang digunakan aparat keamanan Israel untuk melepas gas air mata saat membubarkan unjuk rasa di Gaza, Jumat (30/3/2018).

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan 16 orang warga Palestina tewas oleh tentara Israel.

Lebih dari 1.400 orang terluka, termasuk 758 orang yang kena tembak. Separuhnya lagi terluka karena tembakan peluru karet dan menghisap gas air mata.

Palestina menuding Israel menggunakan kekuatan berlebihan untuk menghalau warga sipil. Kecaman juga disampaikan pemerintah Turki.

Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat untuk membahas potensi eskalasi kekerasan antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza. Tapi pertemuan yang dilangsungkan kemarin itu gagal menghasilkan kesepakatan terkait bentrokan berdarah.

“Ada kekhawatiran bahwa keadaan semakin buruk dalam beberapa hari ke depan,” kata asisten sekretaris jenderal PBB untuk urusan politik, Taye-Brook Zerihoun, seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (31/3/2018).

 

Antisipasi Penyusupan

Militer Israel membela diri. Mereka mengatakan bahwa militan menyusup di antara demonstran untuk berusaha menembus perbatasan atau melancarkan serangan.

“Unjuk rasa itu sama sekali bukan unjuk rasa damai,” kata seorang perwira militer Israel kepada wartawan.

Angkatan bersenjata Israel memperkirakan 30.000 orang ikut dalam unjuk rasa kemarin.

“Para perusuh menggelindingkan ban yang dibakar serta melemparkan bom api dan batu ke arah pagar keamanan dan tentara (Israel). Pasukan keamanan menanggapinya dengan langkah-langkah untuk membubarkan kerumunan dan menembak para penghasut.