Dianggap Hina Azan, PDIP Sebut Ganjar Pranowo Baca Puisi Gus Mus

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan puisi yang dibaca oleh calon gubernur petahana Jawa Tengah yang beredar di media sosial adalah karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Puisi ini dianggap menghina azan dan menyudutkan umat Islam. Puisi tersebut berjudul ‘Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana’.

Ganjar membacakan puisi karya Gus Mus itu di sebuah acara televisi. Setelah itu, beredar foto Ganjar yang disertai kutipan puisi tersebut ‘Puisi Ganjar Pranowo: Kau bilang Tuhan sangat dekat, namun kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat’
Hasto menyatakan puisi yang dibacakan oleh Ganjar bukanlah karya dia sendiri. Puisi itu adalah karya Gus Mus yang sudah dibacakan oleh banyak orang.

“Puisi yang dibacakan Pak Ganjar adalah puisi yang ditulis Gus Mus. Sosok yang dihormati yang mampu membawa kesejukan,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (08/04/2018).

Ia menyatakan puisi tersebut sejalan dengan ajaran Sukarno tentang Islam. PDIP tidak akan menggunakan isu berbau SARA untuk kampanye. “PDIP tidak ernah menggunkan isu-isu berbau SARA untuk kepentingan politik. Kami berpolitik dengan jalan ke bawah di tengah rakyat,” ujarnya.

Hasto meyakini serangan-serangan berbau SARA ke calonnya di Pilkada tidak akan berimbas pada elektabilitas. “Kami yakin elektabilitas ditentukan oleh rakyat. Bukan oleh elite,” tambahnya.

Terkait puisi ini, Ganjar sudah merespons permintaan maaf pengguna Twitter yang mengunggah kutipan puisi Gus Mus tersebut. “Semoga kita bisa saling belajar. Puisi itu kritik yang baik untuk pemerintah,” tulis Ganjar.