Ilustrasi. Bawang Putih. (Ist)

Soal Kebijakan Bawang Putih, Kementan dan Kemendag Harus Harmonis

JAKARTA (Independensi.com) – Persoalan tata niaga, khususnya Kembali mengemuka dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPR bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pengusaha Bawang Putih dan Importir Bawang Putih di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Menurut Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo Kemendag harus punya korelasi yang selalu hangat dengan Kementan agar jangan masalah seperti Rekomendasi Import Produk Holtikultura (RIPH) hingga surat perizinan import, antara dua Kementerian ini terjadi miss match.

“Kementerian Perdagangan juga wajib mendapatkan Rekomendasi dari Kementerian Pertanian terkait seluruh kegiatan impor bawang putih sesuai amat UU tentang Hortikultura”, katanya.

Seperti diketahui, tingginya harga bawang putih di pasaran akhir-akhir ini menjadi persoalan yang mengemuka. Untuk mengantisipasi hal itu Kementerian Pertanian telah menerbitkan rekomendasi impor produk Hortikultura kepada 50 importir sebanyak 539.000 ton seperti untuk memenuhi kebutuhan jelang puasa dan lebaran.

Namun, hingga saat ini Kementerian Perdagangan baru menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) kepada 26 importir sebanyak 200.000 ton.

Hal ini, menurut anggota Komisi IV, Rahmad Handoyo menyebabkan harga bawang putih di pasar tidak mengalami penurunan karena ada kecenderungan harga bawang putih sengaja dipermainkan.

“Sumber masalah bawang putih ini ada pada tata niaga. Ada pemburu rente. Padahal dulu kita pernah swasembada. tapi karena ada permainan begini, petani ogah menanam”, ujarnya.

Memang terkesan janggal, terbitnya SPI Kemendag yang membuka kran impor hanya pada 26 importir sebanyak 200.000 ton, padahal sesuai prediksi kebutuhan maka Kementan menerbitkan RIPH sebanyak 539 ton kepada 50 importir.

Sementara diketahui, pada kasus impor beras, Kementan justru mengatakan stok dalam negeri cukup bahkan surplus, tapi Kemendag tetap memaksakan impor beras.

“Ini diperjelas dengan temuan BPK yang mengatakan data kemendag sangat tidak akurat terkait. Jadi memang ada pemburu rente di sini”, ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, anggota Komisi IV dari PKS, Andi Akmal Pasluddin mengatakan masalah bawang putih ini adalah masalah hulu hingga hilir, jadi kebijakan RIPH harus dipertahankan.

“Ini permasalahan hulu-hilir. Makanya RIPH yang dikeluarkan Kementan harus dipertahankan”.

Dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut diperoleh beberapa kesimpulan antara lain, Komisi IV DPR mendukung penuh swasembada bawang putih tahun 2021 serta meminta Kemendag dan kementan membangun kemitraan antara importir dan petani dalam merealisasikan komitmen wajib tanam dan menghasilkan sebesar 5 persen dari volume pemohon RIPH pertahun.

Komisi IV juga meminta Kementan menjamin ketersediaan benih dan lahan dan mengharuskan importir penerima RIPH menyelesaikan kewajibannya menanam paling lambat Desember 2018.

Untuk mewujudkan tata niaga yang lebih baik, Komisi IV DPR meminta tata niaga impor bawang putih diperbaiki dan menggabungkan beberapa asosiasi pengusaha bawang putih dalam satu asosiasi.

Komisi IV DPR juga meminta kementerian perdagangan agar seluruh kegiatan impor bawang putih wajib mendapatkan rekomendasi dari kementerian pertanian

Sementara itu, Ketua Asosiasi Bawang Putih Indonesia (ABPI), Pieko Nyoto Setiadi mengatakan ada pengusaha importir yang telah terbit RIPH tetapi SPI nya tidak terbit, padahal telah memenuhi syarat wajib tanam seperti yang dialami Limbong dari PT. Adil Lestari dan PT Sinar Padang Sejahtera.

Sedangkan Yanti , salah seorang importir dari PT Rahmat Rezeki Bumi mengusulkan perlunya perpanjangan waktu hingga akhir Desember 2018 bagi wajib tanam dari RIPH 2017 karena terkait kesiapan benih.

Mengingat saat ini baru-baru panen sehingga benih tersedia paling cepat bulan Agustus dan disesuaikan dengan musim tanam, maka importir yang memperoleh RIPH 2017 melakukan penanaman semula bulan Juli 2018 menjadi paling lambat Desember 2018.

Sebagaimana diketahui, Indonesia tahun 1993-1995 pernah swasembada bawang putih. Namun setelah impor makin tinggi, petani tidak bergairah lagi menanam . Luas tanam pada tahun 1995 sebesar 21.000 hektare terus menurun dan tahun 2016 tersisa 2000 hektare.

Kini kebutuhan konsumsi bawang putih 96 persen diperoleh dari impor. Adapun realisasi impor tahun 2017 sebesar 559.000 ton.

9 comments

  1. I have to get across my admiration for your generosity supporting persons who really want assistance with the area. Your very own dedication to getting the message all over has been extraordinarily functional and has in every case enabled ladies like me to reach their endeavors. Your new helpful publication signifies a great deal to me and far more to my colleagues. With thanks; from each one of us.

  2. We are a group of volunteers and opening a new scheme in our community. Your website offered us with valuable info to work on. You’ve done a formidable job and our entire community will be thankful to you.

  3. hey there and thank you for your info – I have definitely picked up anything new from right here. I did however expertise a few technical issues using this website, as I experienced to reload the web site lots of times previous to I could get it to load correctly. I had been wondering if your web host is OK? Not that I am complaining, but slow loading instances times will very frequently affect your placement in google and could damage your high quality score if ads and marketing with Adwords. Anyway I’m adding this RSS to my email and could look out for a lot more of your respective interesting content. Ensure that you update this again soon..

  4. I have been surfing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It is pretty worth enough for me. In my opinion, if all web owners and bloggers made good content as you did, the internet will be much more useful than ever before.

  5. Hello my friend! I want to say that this article is amazing, nice written and include almost all important infos. I would like to look more posts like this .

  6. Thanks , I have recently been searching for info about this topic for ages and yours is the best I’ve found out till now. But, what concerning the bottom line? Are you sure about the source?

  7. My brother suggested I might like this website. He was entirely right. This post actually made my day. You can not imagine simply how much time I had spent for this info! Thanks!

  8. I simply wanted to say thanks again. I’m not certain the things I would’ve carried out in the absence of these points provided by you regarding such field. It was before a real daunting difficulty in my view, nevertheless considering the very skilled style you treated the issue took me to jump with fulfillment. Extremely grateful for the advice and then expect you comprehend what a great job that you’re putting in training the rest all through your site. Most likely you’ve never met all of us.

  9. We are a group of volunteers and opening a new scheme in our community. Your website offered us with valuable info to work on. You’ve done a formidable job and our entire community will be thankful to you.

Comments are closed.