Paus Ingatkan Biarawati Bijak Gunakan Medsos

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Paus mengingatkan para biarawati agar menggunakan media sosial “dengan ketengan hati dan bijaksana”.

Peringatan itu sebenarnya sudah tertuang dalam dokumen “Cor Orans” yang dikeluarkan pada 2016. Dokumen tersebut berisi panduan tentang kehidupan para pelayan Tuhan.

Dokumen itu hanya menyebutkan “komunikasi sosial” tanpa menulis aplikasi tertentu. Tapi surat kabar Katolik, the Tablet, mengatakan yang dimaksud adalah Facebook, Twitter, dan media sosial lain.

Vatikan mengatakan bahwa diskresi harus diterapkan untuk membatasi “kuantitas informasi dan jenis komunikasi”, sebagai tambahan untuk konten aktual di media.

Pada April lalu, salah satu ordo biarawati di Spanyol menjadi sorotan setelah melontarkan komentar di media sosial tentang kasus pemerkosaan di Pamplona. Di laman Facebook-nya, Biarawati Carmelite dari Hondarribia membela korban dengan menggarisbawahi bahwa mereka bebas memilih hidup terisolir, tidak minum alkohol, dan tidka keluar malam.

“Karena itu adalah keputusan BEBAS, kami akan membelanya dengan segala cara yang bisa kami lakukan (dan ini salah satunya), bahwa semua perempuan BEBAS melakukan yang sebaliknya tanpa dihakimi, diperkosa, diintimidasi, atau dipermalukan,” tulis mereka.

Panduan yang dikeluarkan Vatikan pada Rabu (16/5/2018) tidak secara khusus merujuk pada kasus tersebut. Ini juga bukan pertama kalinya Gereja Katolik mengeluarkan panduan tentang penggunaan media sosial untuk para biarawati.

Undang-undang tentang kehidupan biarawati, Sponsa Christi Ecclesia, diterbitkan pertama kali pada 1950 oleh Paus Pius XII. Tapi Paus Fransiskus memperluas cakupannya pada 2016 untuk mengingatkan tentang pengaruh kebudayaan digital terhadap umat Katolik.

Fransiskus mengingatkan biarawati agar tidak terlalu banyak ber-media sosial karena bisa “membuang-buang waktu”.

Padahal Vatikan adalah salah satu pemilik akun Twitter yang produktif. Lembaga Kepausan sudah mengunggah hampir 15.000 pesan di akun beritanya dan lebih dari 1.500 pesan di laman resmi Paus, yang berbahasa Inggris. Paus juga punya akun Facebook, Instagram, YouTube, dan Google+.