Menteri Amran, Minta Media Agar Proporsional dan Profesional

JAKARTA (IndependensI.com) – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, minta agar Media, sebagai bagian dari “Pilar Demokrasi”  agar dapat memposisikan setiap “Pemberitaan” dengan Proporsional dan Profesional, hal tersebut diungkapkan Mentan, disela-sela pers konfers, usai menerima Ketua dan Anggota Komite II DPD RI serta Tim Investigasi KPK, di Kampus Kementerian Pertanian,  Selasa, (25/09/2018).

Mentan menyampaikan hal itu  bukan tanpa alasan, akan tetapi  didasarkan pada pengamatanya , dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan. Semua ini  bersifat sementara, takdir hanya milik yang Kuasa dan semua yang kita lakukan apa pun itu, pada akhirnya akan kembali dan kita pertanggung jawabkan kelak di akhirat.

“Media harus proporsional dan profesional, banyak kemajuan yang sudah kita capai dalam 3 tahun tahun terakhir” tambah mentan.

“Bawang merah dulu kita impor hingga 72000 ton, sekarang suda ekspor ke 6 Negara Asean, malah ini barusan ada laporan dari NTB, harga bawang merah jatuh hingga Rp, 8000/kg, nah yang seperti ini harusnya diberitakan, Cabai Merah dulu gonjang-ganjing 2 tahun terakhir stabil, Jagung dulu Impor kita 3,6 juta ton, senilai 10 Triliun, sekarang kita sudah ekspor, kambing, domba, sudah ekspor, dan yang luar biasa, kita sudah tembus pasar Jepang, puluhan tahun tidak perna terjadi” urai mentan.

Mentan menambahkan, kita suda ekspor telur dan produk olahan unggas ke jepang, namun dalam kesempatan ini, saya berterimakasih untuk “Media” yang pagi tadi memberitakan adanya “Kelompok Tani” yang tidak mendapatkan bantuan Alsin, ujar mentan, namun bila kita mau fair, ini sudah tidak proporsilonal, untuk diangkat menjadi head line “Media Nasional” karena hanya 1 kelompok di salah satu kabupaten, walaupun demikian, “Saya tadi pagi langsung respond “Telpon Pak  Bupatinya”,  minta itu di chek dan selesaikan, kasihan itu “Petani”. Andi Amran Sulaiman, menjelaskan dengan rinci, tolong ya disimak, agar media bisa lebih memahami.

Kita, sudah 3 tahun bahkan hampir 4 tahun, sejak Pemerintahan Jokowi-JK, membagikan Ratusam Ribu Unit Alsintan di  Ratusan Kabupaten, baru ini dalam sejarah, jumlah Alsintan yang dibagikan Pemerintah, naik 2000 %, dan  media juga harus  tahu  jumlah Kelompok Taninya…? tanya mentan, Kelompok Tani itu ada lebih dari 500.000, poktan, seluruh Indonesia, bila ada 1 atau 2 kelompok tidak puas ya wajarlah, namun, saya tidak diam, pagi tadi langsung telpon bupati minta diluruskan tegas mentan.

Menteri Amran, menambahkan bahwa  Kementerian Pertanian, selama ini hanya fasilitator sesuai perintah Presiden, dan  yang lebih penting lagi, ini media tolong di catat, Alsin yang dibagikan kepada Kelompok Tani, itu atas dasar pemintaan dari kelompok tani dimasing-masing daerah, melalui dinas kabupaten dan propinsi yang disebut “CPCL” dan tendernya dilakukan Propinsi, jadi kementerian hanya memfasilitasi, namun bila ada Staf, Pejabat Kementan, yang coba main-main laporkan saya, bila terbukti tidak perlu menunggu waktu, dalam hitungan jam, langsung kami Pecat, pungkas mentan.

Berbagai pertanyaan yang ditujukan ke Amran Sulaiman, dijawab dengan lugas, seraya berpesan agar jangan urusan “Petani”, dibawa ke Rana Politik, “Kasihan Rakyat” gumam Amran, berkaitan dengan Data, dari dulupun Kementan, mengacu pada data BPS, kita hanya bertanggung jawab untuk Produksi, urusan produksi tanya kita., yang lainnya boleh ditanya institusi yang bertanggung jawab

Mentan, juga menjelaskan, sebelum menerima Komite II DPD RI, juga menerima Tim Investigasi KPK, di kementan sudah 3 tahun, ada  Satgas Pangan, yang terdiri dari, KPK, Kejaksaan, Polri, semua kegiatan dipantau, sebelum terjadi kesalahan suda lebih dahulu ditegur, jadi pada prinsipnya semua kegiatan kita lakukan dengan kehatian-hatian, bila masih ada yang berani main-main, kita sikat, pungkas Amran. (humastan)