![]()
JAKARTA ( Independensi.com) – Tim sepak bola Garuda Baru resmi bertolak ke Mexico City, Meksiko, Minggu (3/5/2026). Merela sedianya mengikuti Street Child World Cup (SCWC) 2026 pada 5–15 Mei 2026. Keikutsertaan ini tak hanya soal kompetisi sepak bola, tetapi juga misi membawa isu hak anak Indonesia ke forum global.

Sedikitnya 10 pemain dipilih dari lebih dari 170 peserta yang telah dibina selama setahun. Mereka berasal dari komunitas rentan di Jakarta dan sekitarnya, dengan pengalaman hidup di lingkungan penuh keterbatasan.
Founder Garuda Baru, Mahir Bayasut, menegaskan kolaborasi lintas lembaga dalam program ini. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak ini tidak hanya mendapat kesempatan tampil di panggung dunia, tetapi juga membawa pesan bahwa setiap anak berhak atas perlindungan, pendidikan, dan kehidupan yang layak,” jelas Mahir melalui keterangan tertulis.
Selain bertanding, para pemain akan mengikuti forum anak internasional untuk menyuarakan isu nyata yang mereka hadapi, seperti minimnya ruang aman, keterbatasan lingkungan layak, hingga risiko kekerasan.
“Kami datang ke Meksiko bukan hanya untuk bermain sepak bola. Kami membawa cerita tentang bagaimana rasanya tumbuh di lingkungan yang tidak selalu aman, dan kenapa setiap anak berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ujar kapten tim, Topan.
Keberangkatan tim didukung Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Sosial RI. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memberikan motivasi kepada tim.
“Indonesia adalah bangsa pemberani dan pemenang, tim Garuda Baru harus mencontoh semangat juang Gajah Mada saat menyatukan Nusantara. Salah satu filosofi yang dipegang teguh oleh Gajah Mada melalui Sumpah Palapa adalah menang atau mati, hal ini menunjukkan semangat totalitas perjuangan sebagai simbol dedikasi, visi persatuan, dan pantang menyerah sebelum tujuan tercapai,” ujar Agus.
Sebelumnya, para pemain menjalani training camp intensif, termasuk pelatihan teknik, fisik, mental, serta public speaking agar mampu menyampaikan pesan mereka di forum global. Manajer tim, Jessica Hutting menegaskan peran Garuda Baru sebagai gerakan sosial.
“Garuda Baru bukan sekadar tim sepak bola, melainkan gerakan yang memberi ruang bagi anak-anak dari lingkungan rentan untuk menyuarakan pengalaman dan harapan mereka,” ujarnya.
Dalam SCWC 2026, Indonesia mengusung kampanye Safe Environment, Safe Childhood yang menekankan pentingnya lingkungan aman bagi anak. Pesan ini diangkat dari realitas anak-anak di kawasan padat dengan keterbatasan sanitasi, ruang bermain, dan perlindungan.

