Lapangan tenis di Kelapa Gading Sport Club, Jakarta Utara. (Istimewa)

Lapangan Tenis Siap Digunakan

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) –  Ajang olahraga atlet difabel Asia bertajuk Asian Para Games 2018 siap digelar. Perhelatan bergengsi ini sedianya berlangsung 6-13 Oktober 2018 di Jakarta. Sedikitnya 18 cabang olahraga yang dipertandingan di 19 lokasi pertandingan (venue), siap dilaksanakan. Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) selaku pihak penyelenggara, terus melakukan persiapan terutama pada venue-venue yang disesuaikan untuk para atlet penyandang disabilitas ini bertanding.

Di cabang tenis kursi roda atau Wheelchair Tennis yang mengambil lokasi di Kelapa Gading Sport Club, Jakarta Utara, sudah 100 persen pengerjaannya. Tinggal proses pengerjaan tahap akhir atau finishing saja. “Sudah bisa digunakan dan proses pengerjaan sarana serta prasarana di lokasi pertandingan Wheelchair Tennis. Tinggal pengerjaan jalur untuk kursi roda dan toilet serta ruang ganti yang disesuaikan untuk atlet Wheelchair,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Johannes Susanto, Sabtu (6/10/2018).

Dia mengaku, pada awalnya sempat terjadi bongkar-pasang sarana dan prasarana untuk menyesuaikan fasilitas yang ada untuk atlet difabel yang bertandng sesuai arahan dari INAPGOC, International Paralympic Committee (IPC) dan National Paralympic Committee (NPC). Namun semua berjalan dengan baik dan pihak Kelapa Gading Sport Club pun memberikan dukungan yang maksimal, menyusul lokasi tersebut kerap dijadikan lokasi pertandingan tenis nasional dan internasional. “Untungnya, kami punya hubungan baik dengan pengelola disini. Jadi tidak terlalu bermasalah,” imbuh Johannes yang juga Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti 2017-2022 itu.

Lebih jauh Johannes menegaskan, dirinya optimistis venue akan siap 100 persen pada hari pertama pertandingan, Minggu (7/10/2018). “Kami optimis saat pertandingan nanti, semua fasilitas dan lapangan pertandingan sudah bisa dipakai sepenuhnya,” imbuh Johannes. Pertandingan wheelchair tennis sendiri akan dimainkan pada 7-12 Oktober dengan menggunakan empat lapangan keras (hardcourt), 52 peserta dari sembilan negara.

Sementara itu dalam kesempatan berbeda, Sport Expert INAPGOC August Ferry Raturandang mengatakan, renovasi dari sarana dan prasarana di Kelapa Gading Sport Club cukup sulit. Hal ini berhubungan dengan aksesbilitas bagi para atlet penyandang disabilitas yang butuh perhatian khusus. “Tingkat kesulitan untuk menyiapkan fasilitas bagi penyandang disabilitas berbeda dari biasanya. Seperti kamar mandi dan ruang ganti yang pintu serta luasnya disesuaikan dengan atlet wheelchair. Butuh penanganan khusus,” ujar Ferry. Selain itu, unsur penunjang pun juga perlu diperhatikan seperti sarana transportasi dan tempat penonton penyandang disabilitas.

Dikatakan Ferry yang juga mantan pengurus PP Pelti ini, sistem pertandingan sama dengan pertandingan tenis pada umumnya. Hanya saja dalam bertanding, pantulan bola diperbolehkan dua kali sebelum dikembalikan kepada lawannya. “Perbedaannya hanya saat bola pantul atau rebounching yang boleh dua kali. Sedangkan sistem skor, undian, refree, dan semuanya sama seperti pertandingan tenis pada umumnya,” ujar Ferry.

Semua nomor harus dimainkan menggunakan kursi roda dan terdapat sedikitnya enam nomor pertandingan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, quad tunggal dan quad ganda. Untuk nomor tunggal dan ganda adalah diperuntukkan atlet yang memiliki disabilitas pinggang ke bawah dengan kedua tangan bisa digunakan. Sedangkan untuk quad adalah untuk atlet yang mengalami disabilitas pinggang ke atas dan ke bawah. Dengan demikian, atlet ini memiliki penguasaan minimal terhadap laju kursi roda dan raket tenisnya.

Petenis Kelas Dunia

Pada cabang Wheelchair Tennis di ajang Asian Para Games ketiga ini, akan tampil dua petenis kursi roda kelas dunia asal Jepang. Petenis putra nomor satu dunia asal Jepang, Shingo Kunieda dan Yui Kamiji yang merupakan petenis putri nomor dua dunia. Keduanya bakal memperebutkan enam medali emas yang disediakan di cabang ini. Keduanya pun sempat tampil cemerlang di Asian Para Games kedua yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan pada medio 2014 lalu.

Dari catatan yang ada, Kunieda sudah mencatat gelar Grand Slam Australian Open 2018 dan Yui menorehkan prestasi juara di French Open tahun ini. Selain itu, keduanya pun pernah meraih medali perak pada perhelatan Paralympic 2016 di nomor ganda campuran. Mereka diprediksi bakal meraih sukses di Kelapa Gading Sport Club.

Petenis veteran Jepang, Mitsuteru Moroishi serta Shota Kawano juga turut meramaikan nomor quad. Peraih medali emas di Incheon 2014, Kyu-Seung Kim asal Korea Selatan, akan berpasangan dengan Kim Myungje di nomor quad ganda. Di nomor tunggal putri, juara bertahan asal Thailand, Sakhorn Khanthasit bakal memberikan perlawanan ketat bagi setiap lawannya. Kemudian juara bertahan nomor tunggal putra Suthi Khlongrua dan juara ganda putri Wanitha Inthanin berniat memberikan prestasi terbaiknya untuk Negeri Gajah Putih.