Kejagung dan Badiklat Kejaksaan Gelar Sholat Ghoib

JAKARTA (Independensi.com) – Kejaksaan Agung menggelar Sholat Ghoib bagi para penumpang korban musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (29/10/2018) pagi.

Pelaksanaan Sholat Ghoib untuk mendoakan dan mensholatkan jenazah yang tidak diketahui keberadaannya dilaksanakan pada hari Jumat (2/10/2018) sebagai bentuk perhatian dan empati jajaran Kejaksaan.

Masalahnya dari 189 korban musibah pesawat Lion, lima diantaranya dari keluarga kejaksaan. Mereka adalah Jaksa Andri Wiranofa dan istrinya Nia Sugiono. Kemudian Jaksa Dody Junaedi, Jaksa Shandy Johan Ramadhan dan Sastiarta staf TU.

Jaksa Agung HM Prasetyo bersama Wakil Jaksa Agung dan para Jaksa Agung Muda serta jamaah lainnya ikut Sholat Ghoib di Masjid Baitul Adhli yang berada di komples Kejaksaan Agung usai dilaksanakannya sholat Jumat.

Jaksa Agung kepada wartawan kemarin mengatakan sholat Goib dilakukan setelah empat hari pencarian belum diitemukan jasad pegawai kejaksaan yang juga turut jadi korban.

“Ini semakin menambah keprihatinan kami, bahwa anak-anak kami patut didoakan,” kata Prasetyo seraya menyebutkan doa yang dipanjatkan agar keluarga kejaksaan dan penumpang lainnya yang jadi korban diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya.

“Insya Allah doa kita di ijabah. Allah SWT menerima dan ditempatkan seluruh korban disisi Allah SWT, diampunin segala dosanya, diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman,” tuturnya.

Dikatakan Prasetyo pihaknya juga memberi perhatian khusus kepada para anak-anak jaksa yang jadi korban saat berkunjung ke rumah mereka masing-masing.

Dia menyebutkan bersama wakil Jaksa Agung dan para Jaksa Agung Muda telah memberikan tabungan untuk anak anaknya korban masing masing Rp 100 juta per anak untuk digunakan keperluan pendidikan dan lainnya.

Seperti diketahui Jaksa Andri Wiranofa bersama istrinya meninggalkan dua orang anak, Dody Junaidi meninggalkan tiga orang anak dan Shandy Johan Ramadhan meninggalakan anaknya yang saat ini berusia 1,5 bulan dalam kandungan.

Sementara itu Sholat Ghoib juga dilaksanakan di Badiklat Kejaksaan. Diikuti Kepala Badiklat Setia Untung Arimuladi dan jajarannya di Masjid Al Hukama yang berada di Kompleks, Badiklat Kejaksaaan RI, Ragunan, Jakarta, Jumat (02/11/2018).

Menurutnya Untung pelaksanaan Sholat Goib dan sekaligus doa adalah dengan harapan agar amal dan ibadah para korban pesawat Lion Air yang meninggal dunia diterima di sisi Allah dalam keadaan husnul khotimah.

“Kepada keluarga korban agar diberi ketabahan dalam menghadapi kejadian ini,” ujar Untung seraya menyebutkan adalah sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mendoakan saudara kita yang mengalami musibah.

“Kita berduka, Indonesia berduka, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mendoakan saudara kita yang mengalami musibah,” kata mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. (MJ Riyadi)