Olah Raga Tak Menjamin Bikin Tubuh Sehat. Kenapa?

JAKARTA (Independensi.com) – Selama ini banyak orang beranggapan semua jenis olah raga menyehatkan tubuh. Padahal ini anggapan yang salah. Ternyata banyak juga jenis olah raga yang efeknya justru berbahaya bagi kesehatan. Hal ini diungkapkan dr Daniel N. Wattimury, Sp.KO, Kamis ( 31/01) di acara Imlek Market, Le chocolat lounge -Pullman hotel Jakarta.

Olah raga yang dilakukan seminggu sekali saat car free day, misalnya. Meskipun jogging, lari atau bersepeda itu dilakukan selama 3 jam. Apakah itu berdampak bagi kesehatan? Tentu tidak. Bahkan cenderung berbahaya.

Lalu, jenis olah raga seperti apa yang tidak menyehatkan? Apapun jenis olah raganya, jika dilakukan hanya sekali atau dua kali seminggu, tidak berdampak apa-apa terhadap kesehatan. Sebaliknya, jika olah raga terlalu over (banyak) justru berbahaya, jelas dr Daniel, dihadapan 60 peserta perempuan yang hadir.

Denyut Nadi Jadi Patokan 

Ada ukuran yang bisa dijadikan patokan saat berolah raga. Yaitu, denyut nadi. Cara mengukurnya adalah, 220 dikurangi usia dikali 60%. Itulah jumlah denyut nadi yang paling pas. Hasilnya sangat efektif untuk kesehatan. Terlalu sedikit nggak memberi efek, sebaliknya terlalu berlebihan justru membahayakan.

dr Daniel N. Wattimury, Sp.KO

Dokter spesialis olah raga dari rumah sakit MMC Jakarta itu menjelaskan, olah raga yang paling ideal dan dianjurkan adalah jogging atau jalan cepat. Dilakukan setidaknya 3-5 kali seminggu selama 30 menit, dengan kecepatan yang sesuai dengan ukuran denyut nadi tadi. Jadi yang perlu diingat, bukan banyaknya keringat yang keluar atau kecepatan langkah saat jogging.

Olah raga joging dengan endurance sering disebut queen of beauty.“coba aja perhatikan, orang yang sering jogging atau jalan cepat biasanya panjang umur, otot di seluruh tubuhnya kencang dan jarang ada keriputnya. Dengan kata lain, jogging ternyata bagus untuk anti aging. Jadi kalo ingin awet muda, ngga perlu terlalu lama di tempat fitness dengamenggunakan banyak alat olah raga. Nggak perlu juga diet yang berlebihan. Cukup dengan jogging rutin, jelas Dr Daniel.

Diet Tanpa Olah Raga Tidak Sehat
Nah kalau soal diet, dr Daniel menganalogikannya dengan sebuah mobil yang sebelumnya diisi dengan bahan bakar bensin, lalu diganti dengan pertamax. Dengan tujuan agar mesin bisa awet. “Tapi jika mobil itu tidak pernah dipakai, lama-lama akan rusak. Nah begitu juga dengan diet. Jika tidak dibarengi dengan olah raga, hasilnya nggak sehat. Hal yang sama juga berlaku untuk vitamin. Apapun vitamin yang kita minum, jika badan nggak bergerak, nggak akan ada manfaatnya”, jelas dr Daniel. (Yuke Mayaratih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *