Kemendes Ajak Anak Muda Bangun Desa

JAKARTA (IndependensI.com) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo  mengajak kaum muda dan akademisi untuk berkontribusi membangun desa. Salah satunya dengan turun langsung ke desa.

“Turun ke desa, lihat desa wisata, kembangkan. Kalian akan jadi unicorn-unicorn baru. Lihat peluang-peluang, jangan buang waktu untuk mengeluh dan melihat ketidaksempurnaan,” ujar Eko dalam keterangan pers, Rabu (13/3/2019).

Dalam acara seminar nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bengkulu di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu itu, Eko menilai mahasiswa juga bisa berkontribusi di era digital 4.0 ini, seperti masuk dalam peluang usaha e-commerce.

Apalagi, saat ini banyak desa wisata yang bisa dipromosikan dengan cepat lewat jejaring media sosial seperti Instagram, Facebook atau portal-portal dari BUMDes.

“Jadi kita memanfaatkan teknologi untuk lebih cepat pertumbuhan ekonomi di desa. Dengan menggunakan teknologi industri 4.0 ini. Kita ada kerja sama dengan Bukalapak, Regopantes dan portal lain (dalam bentuk e-commerce) nah kalian kaum pemuda dan mahasiswa ini bisa melihat peluang itu,” ungkapnya.

Kemendes PDTT sendiri saat ini memiliki Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Fortides) dan 100 universitas telah ikut bergabung. Diharapkan forum ini bisa menjadi wadah mahasiswa untuk ikut berkontribusi membangun desa.

Selain memberikan materi kuliah umum, Eko juga memberikan motivasi agar kaum muda atau mahasiswa bisa memanfaatkan waktunya dengan optimal. “Kalian bisa jadi apapun tergantung kalian punya mimpi dan seberapa keras cita-cita itu bisa diwujudkan. Kalian punya energi yang begitu besar tapi bisa redup jika kecewa. Jangan biarkan kita kecewa karena tidak akan semangat lagi untuk cita-cita. Nomor satu, semangat,” ujarnya disambut riuh peserta seminar.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik, Gusta Gunawan mengatakan saat ini persoalan pembangunan berkelanjutan masih terus digenjot. Desa-desa tertinggal di Bengkulu mulai berbenah dari Kabupaten Mukomuko hingga Kaur, yang menurutnya tidak terlepas dari peran Kemendes PDTT.  “Perlunya kerja sama antara akademisi, pebisnis, pemerintah, dan komunitas. Harapannya desa tertinggal bisa maju seperti di daerah transmigrasi,” imbuhnya. (Dan)