Ilustrasi. (Dok/Ist)

Nomor Loncat Indah Berkurang

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Pelatih timnas loncat indah, Harli Ramayani menyayangkan berkurangnya nomor loncat indah pada SEA Games 2019 di Filipina yang hanya mempertandingkan empat nomor jauh berbeda jika dibandingkan kejuaraan yang sama sebelumnya yaitu 13 nomor.

“Dalam SEA Games, ini sejarah baru yang dipertandingkan hanya empat nomor,” kata Herli seperti dikutip dari Antara, Rabu (13/3/2019). Empat nomor yang bakal dipertandingkan adalah individu papan 3 meter putra-putri dan sinkronisasi papan 3 meter putra-putri. Menurut Harli, berkurangnya nomor lomba loncat indah ini, terlebih hanya dalam kategori papan, bisa merugikan timnas Indonesia.

“Jadi menaranya enggak ada. Padahal ini peluang kita. Tapi kita akan terus berusaha. Ya bukan hal yang tidak mungkin kalau kita bisa mencoba peluang itu menjadi besar,” katanya menambahkan. Harli masih berharap bisa terjadi perubahan mengenai nomor lomba. “Tapi mudah-mudah itu, ada keajaiban jadi ditambah,” katanya menegaskan. Kendati demikian, berkurangnya nomor lomba loncat indah tidak mengurangi semangat timnas untuk berlatih. Dia menyebut, strategi yang dilakukan untuk SEA Games nanti adalah melakukan persiapan secara detail dan memfokuskan pada atlet prioritas.

Mengenai atlet yang akan diturunkan, dari 14 atlet pelatnas saat ini, sudah dipilih delapan atlet putra-putri, yang nama-namanya masih dalam proses pengajuan ke Menpora yang di antaranya atlet ex-Asian Games 2018 seperti Adityo Restu Putra, Andriyan, Linadini Yasmin, dan Maria Natalie Dinda Anasti. Harli tetap menargetkan tim binaannya bisa mendapat medali. “Dari empat nomor itu gak semua ya paling satu nomor yang bisa kita coba. Mudah-mudahan. Di papan tiga meter putra,” kata istri mantan pemain sepak bola nasional Ricky Yakobi.

Lebih jauh Harli mengatakan, Malaysia tetap menjadi lawan terberat di SEA Games nanti. Persiapan detail dengan menjalankan “sport science” diharapkan bisa menggenjot kemajuan para atlet. “Dari kemarin hasil Asian Games itu kalau kita evaluasi gap-nya enggak banyak. Jadi gap itu yang nanti kita kuatin untuk bisa ngelewatin Malaysia ini,” pungkas Harli.