4.000 Warga Jayapura Mengungsi di Markas Militer

JAKARTA (IndependensI.com) – Aksi massa di tanah Papua semakin memanas. Akibatnya, sekitar 4.000 warga Kota Jayapura terpaksa harus kembali mengungsi ke markas militer Mako Lantamal X Jayapura.

Komandan Lantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Nurry Djatmika mengatakan, ribuan warga saat ini mengungsi di mako dan markas Yonif marinir yang berjarak sekitar 500 meter dari mako.

Warga yang mengungsi sebagian besar orang tua, wanita dan anak-anak. Mereka selain menginap di aula juga di ruangan-ruangan yang ada. “Jumlah warga yang mengungsi akan bertambah jumlahnya saat malam,” katanya, seperti dikutip Antara, Jumat (30/8/2019).

Dia mengatakan, TNI mempersilahkan warga untuk bermalam hingga merasa aman. Untuk meringankan pengungsi di Mako Lantamal X Jayapura juga dibuka dapur umum yang merupakan bantuan Wakil Wali Kota Jayapura, serta posko kesehatan sehingga mereka dapat memeriksa kesehatannya. “Warga yang mengungsi sebagian besar berasal dari kawasan Hamadi dan Entrop,” kata Brigjen TNI Nurry.

Beberapa pengungsi secara terpisah mengaku sudah mengungsi sejak Kamis malam (29/8) sesaat setelah aksi anarkis para pendemo yang membakar ruko di sepanjang Hamadi-Entrop. “Kami sudah mengungsi sejak Kamis malam namun Jumat pagi (30/8) kembali ke rumah dan malam ini kembali lagi ke Lantamal,” ujar Fatimah yang mengungsi bersama keempat anak dan orang tuannya.

Situasi Kota Jayapura nampak masih lengang dan masyarakat lebih memilih berada di luar, namun sekelompok warga terutama kaum pria berjaga-jaga di depan pintu masuk pemukiman.