Suasana Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 yang diselenggarakan Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum, di GOR RM. Said Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Minggu (27/10/2019). (Istimewa)

Audisi Beasiswa Bulutangkis Tetap Bergulir

JAKARTA (IndependensI.com) – Sebanyak 863 peserta dari berbagai daerah di Solo Raya mulai menjalani tahap seleksi pada Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 yang diselenggarakan oleh Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum, di GOR RM. Said Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Minggu (27/10/2019).

Pebulutangkis kelompok umur 11 tahun (U-11) dan U-13, baik putra dan putri dari berbagai daerah tersebut akan menjalani seleksi dalam tiga hari ke depan, dan pelaksanaannya dibuka oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto dan didampingi Tim Pencari Bakat PB Djarum.

Peserta audisi umum beasiswa bulutangkis tersebut bakal merebutkan super tiket untuk berlaga final audisi di Kudus, 20-22 November nanti. Adalah materi seleksi yang dinilai oleh tim pencari bakat adalah kemampuan, bakat, dan teknik.

Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan, kegiatan audisi yang digelar oleh PB Djarum tersebut diharapkan bakal melahirkan pejuang-pejuang bulu tangkis yang akan mengharumkan nama Indonesia. “Kami berharap melalui audisi ini, ke depan bermunculan pejuang-pejuang bulutangkis tingkat internasional untuk Indonesia,” katanya.

Manager Tim PB Djarum Fung Permadi mengatakan, audisi di Karanganyar ini adalah yang keempat, setelah sukses diselenggarakan di Kota Bandung, Purwokerto, dan Surabaya. Audisi di Solo Raya ini, luar biasa, sebanyak 863 peserta yang terdiri dari 674 putra dan 189 putri.

Menurut Fung, proses penjaringan dipantau langsung oleh Tim Pencari Bakat yang berisikan legenda bulutangkis Indonesia dan juga pelatih PB Djarum diantaranya Denny Kantono, Fran Kurniawan, Sigit Budiarto, Lilyana Natsir, Ellen Angelina, Basri Yusuf, Komala Dewi, Bandar Sigit, Imam Tohari, Reni dan Engga Setiawan.

Tim Pencari Bakat menjadi mata dan telinga PB Djarum dalam menemukan bibit berkualitas pada Audisi Umum yang digelar selama tiga hari di Karanganyar ini. Mereka terjun langsung memantau bakat istimewa para peserta baik dari segi teknik, skill hingga postur tubuh. Namun, bila ada pemain yang memiliki bakat istimewa lainnya, pihaknya juga membuka pintu untuk bergabung dan berlatih sebagai atlet PB Djarum.

Mantan pebulutangkis nasional Lilyana Natsir peserta audisi umum beasiswa bulutangkis perkembangannya luar biasa. Peserta usia 9 tahun saja, sekarang sudah bisa melakukan smash dan pukulannya sudah lumayan. Artinya, hal ini, perkembangan bulutangkis di Indonesia sudah berkembang pesat.

“Kami berharap melalui audisi ini, banyak menemukan bibit unggul generasi penerus bangsa, karena butuh regenerasi seperti pasangan ganda putra Indonesia seperti Kevin-Markus,” kata Natsir.

Natsir yang berpasangan dengan Tantowi Ahmad, pernah menjadi juara dunia ganda campuran tersebut menyebutkan sebagai pebulutangkis tidak boleh putusan asa jika mengalami kegagalan. Dirinya pernah menjadi juara dunia pasti sudah pernah mengalami kekalahan atau gagal.

“Kami mengapa bisa menjadi sukses karena berusaha terus bangkit dari kegagalan itu, dan belajar memotivasi diri untuk yang terbaik, itu yang terpenting,” kata Natsir yang menjadi Tim Pencari Bakat PB Djarum.