Korban bencana alam banjir bandang di Lebak, Banten

Korban Bencana Banjir Bandang Sajira, Membutuhkan Perlengkapan Sekolah

SAJIRA (Independensi.com) – Sedikitnya terdapat 473 Jiwa, 70 Kepala Keluarga (KK), dari 3 RT warga yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Sajiramekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten di awal tahun 2020.

Para korban terdampak bencana mengungsi di rumah-rumah warga maupun sanak saudara yang masih berada di sekitar Desa Sajiramekar.

Kepala Desa (Kades) Sajiramekar Jaenudin mengatakan, sebanyak 79 rumah rusak parah, 18 rumah hanyut tersapu banjir yang melanda wilayahnya termasuk pesantren dan mushola di wilayahnya.

“Sekitar 79 rumah hancur, 18 rumah hanyut termasuk pesantren dan mushola” katanya, Jumat (10/1/2020).

Jaenudin menuturkan bantuan-bantuan logistik terbilang cukup di wilayahnya, namun saat ini bantuan berupa alat tulis, buku, dan seragam sekolah sangat diperlukan. Pasalnya perlengkapan sekolah menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang dibutuhkan pengungsi saat ini di wilayahnya.

“Kalo untuk logistik seperti mie instan, beras, telur dan lain-lain sudah ada. Cuma kami saat ini butuh untuk perlengkapan anak sekolah. Disebutkan  seperti alat tulis, buku SD, SMP dan seragamnya, sepatu, tas, itu hanyut semuanya. Soalnya saat kejadian mereka (korban banjir-Red) hanya bawa baju badannya aja, harta benda mereka terbawa banjir,” imbuhnya

Ditempat yang sama, salah satu korban yang mengungsi di kantor desa, Sawitri (48) warga kampung Sajira Timur RT.02/RW.01 Desa Sajira Mekar, Kecamatan Sajira, mengatakan sangat syok saat rumahnya diterjang banjir bandang.

“Air itu tadinya udah surut dikit, dikira gak akan nyampe ke tempat ibu, ternyata nyampe, rumah jebol pintunya, kasur barang barang semua hanyut” katanya. (Fahri)