Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia mengunjungi para pengungsi korban bencana alam di Kampung Tangseng RT.02 RW.03 Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Rabu (4/3). (Ist)

Kemensos Kunjungi Pengungsi Korban Bencana Alam di Cigudeg Bogor

CIGUDEG (Independensi.com) – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia mengunjungi para pengungsi korban bencana alam di Kampung Tangseng RT.02 RW.03 Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Rabu (4/3).

Direktorat Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos RI, Muhamad Apriyan mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Bogor untuk melakukan verifikasi dan validasi data lanjut usia yang terdampak bencana.

“Kami bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor untuk melakukan verifikasi dan validasi data. Setelah itu kita akan berikan bantuan sosial untuk para lanjut usia (Lansia),” ungkapnya.

Kemensos RI, lanjut Muhamad Apriyan, mempunyai program lanjut usia dalam perlindungan khusus untuk rehabilitasi korban bencana alam, bencana sosial ekspektasi dan berhadapan dengan hukum.

“Kita sengaja jemput bola kesini untuk mempermudah proses kontribusinya, tidak menunggu usulan. Adapun bantuannya bersifat stimulan, nanti kedepannya mungkin selama masih dibutuhkan akan di evaluasi lagi. Karena yang namanya bantuan sosial itu tidak berkelanjutan,” jelasnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi sosial Dinsos Kabupaten Bogor, Dian Muldiansyah memaparkan, ketika bencana terjadi di beberapa kecamatan seperti Cigudeg, Nanggung, Jasinga dan Sukajaya, Dinsos langsung mendata seluruh korban terdampak bencana.

“Kita juga mendata para korban, termasuk kelompok renta, dimana di dalamnya para lansia. Menurut data yang ada untuk sementara ini di 4 kecamatan kurang lebih ada 286 lansia yang membutuhkan bantuan,” papar Dian.

Adapun besaran bantuan yang akan diberikan, lanjutnya, sebesar Rp1 juta perorang. Namun tidak diberikan dalam bentuk uang, melainkan barang.

“Jenis bantuan yang sudah direncanakan yakni sarana dan prasarana bagi lansia. Seperti kasur, bantal dan sebagainya, serta kebutuhan peningkatan gizi,” jelas Kabid itu.

Dian berharap, dengan adanya bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban para lansia selama berada di pengungsian atau hunian sementara (huntara).