Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menandatangani kerjasama pengelolaan sampah guna ciptakan smart citu tata kelola sampah. (humas)

Mewujudkan Smart City Tata Kelola Persampahan di Kota Bekasi

BEKASI (IndependensI.com)- Pemerintah Kota Bekasi  terus berupaya  mewujudkan Kota Bekasi sebagai Smart City Untuk Tata Kelola Persampahan. Terkait hal itu,  Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan Managing Director PT. Waste4Change Alam Indonesia, Mohamad Bijaksana Junerosano melakukan penandatanganam  nota kesepakatan bersama tentang Tata Kelola Persampahan.

Penandatanganan, disaksikan Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kemenkomarves RI, Nani Hendiarti yang berlangsung di CoHive, Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Program Smart City yang dicanangkan katanya,  menjadikan pengelolaan sampah sebagai hal yang sangat mendasar. Sebab persoalan sampah, bukan hanya permasalahan di Kota Bekasi tetapi menjadi isu dunia. Karena itu,  pihaknya terus melakukan dorongan untuk mewujudkan tata kelola yang baik, menciptakan terobosan yang think out of the box yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Sementara  itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah menjadi konsen Pemerintah saat ini.

Disebutkan,  volume sampah rumah tangga sangat besar. Sedangkan kapasitas tampung  TPA sangat terbatas. Maka,, perlu ada solusi nyata untuk mengelola sampah dengan bijak.

Managing Director PT WasteforChange Alam Indonesia Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan Kota Bekasi menjadi pilot projects dalam penerapan aplikasi Smart City Tata Kelola Persampahan.

Sebagaimana diketahui, volume sampah warga Kota Bekasi setiap hari sekitar 1.700 ton. Sedang yang berhasil diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang milik Pemkot Bekasi hanya sekitar 40 persen. Maka, sisaanya perku diolah mulai dari sumbernya. (jonder sihotang)