Roy Pangharapan Ketua DKR Kota Depok. (Ist)

Warga Kelaparan, DKR Desak Pemkot Depok Segera Bikin Dapur Umum

Loading

DEPOK (Independensi.com) – Untuk antisipasi kelaparan karena tidak bekerja dan harus tinggal di rumah dalam mencegah penyebaran dan penularan wabah Corona, Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok mendesak Pemerintah Kota Depok untuk segera membuat dapur-dapur umum di setiap kelurahan di Depok.

Demikian Roy Pangharapan Ketua DKR Kota Depok kepada pers di Depok, Selasa ( 31/3), setelah mendengarkan arahan dari Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona, Doni Monardo, yang mengarahkan setiap kelurahan segera membangun dapur umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Masyarakat kota Depok yang mengikutinya arahan Pemerintah, untuk tetap di rumah. Bagi mereka yang mengandal penghasilan harian selama ini sudah bisa bertahan beberapa hari. Namun sudah banyak yang tidak kuat karena kemampuan ekonomi menipis atau habis. Mereka butuh segera dukungan pemerintah. Arahan pak Doni menjawab persoalan kami,” tegas Roy Pangharapan.

Untuk itu Roy Pangharapan meminta Pemda Kota Depok yang membawahi seluruh kelurahan mematuhi arahan dari pusat, agar masyarakat bisa tidak kelaparan dan tetap tinggal di rumah.

“Sebab kalau tidak segera dibangunkan dapur umum, dari mana masyarakat bisa makan, uang simpanan sudah habis. Kalau keluar bekerja kembali akan beresiko kalau diam di rumah anak dan istri tidak makan,” ujarnya.

Ia mengingatkan, dalam kondisi kelaparan, siapapun mudah jatuh sakit. Dalam situasi saat ini, jika daya tahan tubuh menurun maka akan sangat mudah diserang Corona.

“Dapur umum ditingkat kelurahan adalah solusi yang tepat. Rakyat disiplin tinggal di rumah agar tidak mudah menjadi sasaran Corona, dan Pemkot Depok beserta lurah, menyediakan dapur umum.

“Jangan sampai kita terlambat, kemudian berdampak masif terjadi kelaparan di Depok. Atau kembali menjadikan rakyat kembali keluar rumah mencari pekerjaan untuk bisa makan. Lebih buruk lagi adalah jika ada provokator yang mendorong penjarahan,” katanya.

Setidaknya menurut Roy Pangharapn, besok Rabu (1/4) rakyat sudah bisa mendapatkan makanan dari dapur umum.

Sebelumnya, lurah dan Kepala Desa diminta segera mendirikan dapur umum untuk melayani masyarakat yang membutuhkan di kekulurahan atau desa setempat. Hal ini penting terkait dengan arahan pemerintah agar masyarakat tetap tinggal di dalam rumah dan tidak bekekera akibat wabah Corona yang melanda Indonesia saat ini. Demikian Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo kepada pers di Jakarta, Senin (30/3).

“Kami minta agar para lurah dan kepala kepala desa mempersiapkan dapur umum untuk masyarakat yang membutuhkan dilingkungannya. Saatnya kita bergotong royong saling membantu bagi yang membutuhkan karena tidak bisa bekerja saat wabah ini,” jelasnya.

Ia berharap semua pihak berhenti saling menyalahkan karena semua orang berhadapan dengan ancaman yang sama yaitu wabah Corona.

“Pastikan setiap warga di kelurahan dan desanya tidak ada warga yang kekurangan makan karena akan mudah diserang penyakit. Kalau satu orang terjangkit maka akan berpotensi menyebar ke orang lain di lingkungan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya setiap orang saat ini harus memastikan dirinya sehat dengan istirahat dan makan yang cukup protein.

“Dalam menghadapi wabah penyakit, kuncinya adalah menjaga daya tahan tubuh. Jangan lagi ada yang sakit,” tegasnya.

Darurat Sipil

Doni Monardo juga mengatakan, saat ini sejumlah pakar hukum masih melakukan penggodokan terkait dengan kebijakan Darurat Sipil Covid-19.

“Aturan ini sedang dibahas, kemudian tentu pakar-pakar di bidang hukum kan berada pada garis terdepan untuk bisa menyusun sebuah konsep, yang tak hanya kita bisa mengurangi resiko yang besar, tapi juga kita juga bisa meningkatkan kesadaran kolektif di masyarakat,” kata Doni.

Kata dia, penegakan hukum bukanlah hal yang terbaik dalam kasus tersebut, tetapi jika perlu dilakukan tentu memenuhi beberapa faktor.

“Sekali lagi dalam menghadapi hal ini, bagaimana kesadaran kolektif, yang diperlukan sekarang adalah disiplin, disiplin, dan disiplin. Makanya tanpa disiplin pribadi, disiplin kolektif, mungkin saja kita akan kewalahan. Peningkatan disiplin ini penting, mungkin bisa diimbangi dengan penegakan hukum bagi mereka yang tak disiplin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, ada penambahan kasus corona dibandingkan data Minggu kemarin.

Tercatat sampai Selasa (30/3) pasien positif bertambah menjadi 1.414 orang, dan 122 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan yang sembuh sudah mencapai 75 orang.