Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zahriyah (foto tengah) saat meninjau proyek SPAM BGS

Demi Pelanggan PDAM Gresik Kebut Proyek SPAM BGS

GRESIK (Independensi.com) – Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Gresik Jawa Timur, berupaya agar proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat beroparasi sesuai dengan target yang telah dicanangkan.

 

Dengan demikian cakupan layanan air bersih yang didistribusikan oleh PDAM Gresik akan semakin besar. Sehingga, PDAM Giri Tirta bersama PT PP Krakatau Tirta (PPKT) melakukan pemancangan tiang perdana untuk pondasi pompa air baku atau Intake. Sesuai masterplan, Intake yang dibangun mampu menampung air dari bengawan solo hingga 1.200 m3.

 

Direktur PT PP Krakatau Tirta Industri (PPKT), Arijanto Trio Leksono mengatakan, pemancangan tiang perlu dilakukan dikarenakan lahan yang akan digunakan sebagai area pembangunan Intake bertekstur lunak dan mudah bergeser. Hal itu tidak lepas dari riwayat lahan yang dulunya sebagai tambak.

 

“Kedalaman pondasi pancang ini hingga 23 meter kedalam tanah sehingga sangat kokoh. Serta, secara keseluruhan progres pembangunan proyek SPAM BGS saat ini sudah mencapai 30 persen,” katanya, Senin (27/4).

 

“Pekerjaan pembangunan Instalasi Pengolah Air (IPA), pembangunan Resevoar di Manyar, pembangunan Intake dan kegiatan pipanisasi dilakukan secara pararel,” tuturnya.

 

“Kami optimis Desember proyek sudah selesai dan Februari air sudah bisa mengalir ke rumah masyarakat,” tegasnya.

 

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zahriyah berkomitmen untuk memberikan dukungan sekaligus mengawal proyek SPAM BGS agar bisa rampung sesuai dengan target.

 

“Kalau ada pembangunan yang sedikit lambat kami tidak segan untuk menegur. Tujuannya agar proyek tidak molor dan air segera bisa dinikmati oleh masyarakat,” ungkapnya.

 

“Khusus untuk kegiatan pipanisasi dari IPA menuju pertigaan Bungah sejauh 7,8 kilometer saat ini sudah mencapai lebih dari 60 persen. Pipa yang memiliki diameter 1,1 meter itu nantinya akan mendistribusikan air bersih hingga 1.000 liter perdetik,” lanjutnya.

 

Di tambahkannya, bahwa pada awal 2021 jumlah air yang didistribusikan dari SPAM BGS mencapai 500 liter perdetik. Jumlah itu akan bertambah menjadi 750 liter perdetik pada tahun kedua dan 1.000 liter perdetik ditahun ketiga.

 

“Kita berdoa agar proyek berjalan lancar. Dengan demikian masyarakat yang ada di Kecamatan Bungah, Manyar, Gresik bisa segera menikmati air bersih,” pungkasnya.

 

Terpisah, Dewan Pengawas PDAM Gresik, Haris Irianto meminta doa dan dukungan semua pihak utamanya masyarakat agar proyek yang saat ini tengah dikerjakan bisa berjalan sesuai dengan rencana.

 

“Jika proyek ini berjalan lancar, Insyaallah kekurangan debit air baku di Gresik dapat segera terselesaikan,” tutupnya. (Mor)