Aktivis Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bogor, Bernard Rumpedai yang juga Ketua IMAPA. (Ist)

Mahasiswa Papua Peduli Rakyat Kecil

BOGOR (Independensi.com) – Aktivis Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bogor, Bernard Rumpedai yang juga Ketua IMAPA melihat dari terjadinya awal mula virus Covid-19 yang terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubai, Tingkok.

Penutupan akses penerbangan dan pelayaran yang telah di putuskan oleh pemerintah daerah provinsi Papua, keputusan yang telah di sepakati di forum kordinasi pimpinan daerah ( Forkopimda) di gedung Negara Dok v atas jayapura.

Dalam hal ini menjadikan mahasiswa yang sedang menimbah ilmu di luar Papua tak bisa kembali ke daerah, tapi ini satu langkah positif yang telah diambil oleh pemerintah provinsi Papua dalam menanggani pandemik corona virus di tanah papua yang semakin hari semakin meningkat, karena pemerintah Pusat dan daerah hanya bisa mencagah tapi belum bisa mengobati.

Pendemik corona virus menjadikan mempersulit aktifitas masyarakat kecil dan susah dalam bekerja sehari-hari, dan Mahasiswa/i yang sedang menimbah ilmu di kota studi Bogor melewati satu wadah Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bogor.

Mahasiswa/i Papua ikut turun ke jalan dan ambil bagian dalam berbagi Kasih kepada warga Kota dan kabupaten Bogor yang kurang mampu atau ekonomi menengah kebawah, dalam hal ini di tengah pandemik Corona virus Mahasiswa Papua masih tetep ingin berbagi kasih dan peduli kepada masyarakat yang kurang mampu,bantuan yang diberikan juga dalam bentuk bahan makanan mentah yaitu beras,minyak goreng, gula, mie goreng, sabun cuci tanggan dan masker kiranya bantuan yang diberikan sekarelah dari mahasiswa Papua bogor bisa membantu warga kecil yang perekonomian masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah.

Menurutnya, Mahasiswa Papua di setiap kota studi di seluruh indonesia dapat juga mengambil bagian dalam membantu rakyat kecil yang sedang membutuhkan, karena itulah tugas dan mandat sebagai mahasiswa selalu membantu rakyat kecil yang sedang membutuhakan, dimana saja mahasiswa Papua sedang menimbah ilmu harus tetap bisa peduli kepada lingkungan sekitarnya.

“hal ini menjadi catatan penting dan bagi setiap mahasiswa asal Papua dan Papua barat untuk tetap sebagai agen of change yang kritis dan menjadi garda terdepan dalam membantu rakyat kecil yang tertindas dan membutuhkan uluran tangan dari para kaum intelektual Papua”, katanya, Sabtu (23/5/2020).