PPLIPI Serahkan Perdana Program 1000 HP untuk Anak Bangsa

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Ketua Umum Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI), Indah Suryadharma Ali membagikan Handphone secara simbolis kepada siswa Sekolah Dasar didampingi gurunya di Yayasan Perguruan Islam As-Syafiyah, Jakarta (26/10/2020). Program 1000 HP ini merupakan bentuk kepedulian PPLIPI terhadap generasi penerus Bangsa.

Agar mereka dapat melaksanakan kewajiban belajarnya dengan system yang berlaku disaat pandemi Covid-19 ini, yaitu pembelajaran virtual dengan media internet, ujar Indah Suryadharma Ali.

“PPLIPI menggelar Program 1.000 HP Untuk Anak Bangsa. sementara ini untuk pertama kalinya kita membagikan 50 HP dan kuota internetnya selama dua bulan untuk perwakilan sekolah di lima wilayah DKI Jakarta. Nantinya bertahap kita tambah,” ujar Indah Suryadharma Ali.

Dijelaskannya, latar belakang program ini memang didasari banyaknya siswa yang kesulitan akan sarana belajar secara online lantaran memang maasih banyak yang tidak memiliki HP.

“Ada banyak siswa dari berbagai sekolah SD, SMP dan SMU yang belajar di rumah hanya punya satu HP dipakai bersama oleh keluarga. Jadi siswa ini kadang kesulitan untuk bisa mengerjakan tugas,” kata Indah.

Ketua Umum Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI), Indah Suryadharma Ali  bersama sejumlah pengurus PPLIPI, Guru pendamping dan para siswa foto bersama setelah acara Program 1.000 Handphone Untuk Anak Bangsa di Yayasan Perguruan Islam As-Syafiyah, Jakarta (26/10/2020).

Hal ini dibenarkan oleh Syafitri Nuraini, siswi SMP Cempaka, Jakarta Pusat. Ia mengaku harus bergantian menggunakan HP dengan anggota keluarganya yang lain saat belajar via online.

“Jadinya sering terlambat mengerjakan tugas dan membuat nilai saya turun,” ujar Syafitri.

Sang guru yang mendampinginnya pun membenarkan jika banyak murid yang tertinggal pelajarannya lantaran harus bergantian menggunakan HP dengan anggota keluarganya yang lain.

“Ada yang baru bisa belajar setelah ayahnya yang pengemudi ojek online pulang siang atau sore harinya,” ujar wali kelas Syafitri.

Ketua Umum PPLIPI Indah Suryadharma Ali mengatakan mengaku sangat prihatin dan miris yang menimpa anak-anak tersebut imbas dari ketidaktersediaan HP dan kuota internet untuk proses belajar online.

“Kita juga minta PPLIPI di daerah untuk ikut melakukan program ini. Apalagi di daerah lebih terbatas sarana dan sinyal internet,” Tutup Indah.