Menhub Ingatkan Protokol Kesehatan Pengguna Kereta Api Kota Medan

Loading

MEDAN (Independensi.com) qMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi kepada petugas Stasiun Kereta Api Medan, juga mengingkatkan masyarakat pengguna Stasiun Kereta Api Kota Medan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Hal tersebut disampaikan Menhub saat melakukan tinjauan ke Stasiun Kereta Api Medan, Minggu (8/11) dalam rangka tinjauan sarana angkutan massal. Imbauan tersebut guna mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus Covid-19 dengan adanya lonjakan jumlah penumpang.

“Saya mengapresiasi petugas Kereta Api yang sudah menjalankan protokol kesehatan yang baik selama adanya lonjakan penumpang pada libur panjang yang lalu, mari juga kita ingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan baik dengan 3M,” ujar Menhub.

Dalam tinjauannya ke Stasiun Kereta Api Medan, Menhub mengecek seluruh fasilitas dan memastikan semua telah diterapkan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan dan pembatasan okupansi penumpang.

Menanggapi antusiasme masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi umum, Menhub juga berpesan untuk proaktif dalam melanjutkan pembangunan guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi pasca Covid-19.

“Tidak hanya menjadi backbone tranposrtasi antarmoda di Medan, diharapkan pembangunan perkeretaapian di Medan dan Sumatera Utara juga menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat medan.” tambahnya.

Sebagai informasi, selama masa libur dan cuti bersama pekan lalu PT Kereta Api Divre I Sumatera Utara mencatat terjadi kenaikan jumlah penumpang kereta api di Sumatera Utara sebanyak 17%. Mayoritas merupakan penumpang KA Sri Lelawangsa relasi Medan – Binjai PP.

Usai meninjau Stasiun Medan, Menhub Budi Karya melanjutkan tinjauan ke Stasiun Lubuk Pakam dengan menggunakan KA, untuk meninjau Program Padat Karya yang diselenggarakan Kemenhub melalui Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara (BTP Sumbagut).

Hingga bulan Oktober 2020, program ini telah menyerap sebanyak 833 orang tenaga kerja dengan rincian : untuk proyek Pembangunan Jalur KA Segmen Rantau Prapat – Pondok S2 sebanyak 180 Orang, proyek Peningkatan Jalur KA Lintas Araskabu – Tebing Tinggi – Siantar sebanyak 341 Orang, proyek Peningkatan Jalur KA lintas Medan – Binjai sebanyak 174 Orang, dan proyek Pembangunan Jalan KA antara Langsa – Besitang sebanyak 138 Orang.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ditjen Perkeretaapian ini (program padat karya). Juga suatu kolaborasi yang baik yang dilakukan antara Kemenhub, Gubernur dan Bupati untuk kepentingan masyarakat,” ujar Menhub.

Lebih lanjut Menhub juga mengatakan bahwa stasiun Lubuk Pakam akan dikembangkan, yang ditargetkan akan selesai pada Juni 2021.

“Saat ini stasiun Lubuk Pakam masih kurang bagus, tetapi nanti lihat, kita akan bangun, Insya Allah bulan Juni nanti akan ada menjadi bangunan yang megah dan keren,” tutur Menhub.

Turut hadir pada kegiatan ini Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri. (hpr)