Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat meninjau pembangunan duplikasi Jembatan Peureulak

Kementerian PUPR Bangun Duplikat Jembatan Peureulak dan Idi Rayeuk di Aceh Timur

Loading

ACEH (Independensi.com) –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung konektivitas antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dengan membangun duplikasi Jembatan Peureulak dan Jembatan Idi Rayeuk. Kehadiran duplikasi kedua jembatan tersebut sangat ditunggu masyarakat Kabupaten Aceh Timur karena akan mengurangi kemacetan akibat tingginya volume lalu lintas harian sekaligus akses angkutan logistik Jalan Lintas Timur Sumatera.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jalan dan jembatan memiliki peran penting sebagai “backbone” dalam pengembangan konektivitas antar wilayah dalam rangka memperlancar distribusi logistik di Indonesia.

Pekerjaan duplikasi Jembatan Peureulak dan Jembatan Idi Rayeuk berada di KM 385.600 ruas jalan nasional Banda Aceh – Medan dan Jembatan Idi Rayeuk berada di KM 366.700. Masing-masing konstruksi  duplikasi jembatan berada di samping jembatan eksisting.

Pembangunan duplikasi Jembatan Peureulak dan Jembatan Idi Rayeuk berada dalam satu paket pekerjaan dengan biaya  bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara sebesar Rp 76,3 miliar. Keunggulan SBSN sebagai sumber pendanaan dari dalam negeri adalah dampaknya pada kemandirian pembangunan infrastruktur, dimana kontraktor dan konsultan yang terlibat sepenuhnya merupakan orang Indonesia.

Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor lokal PT Brahmakerta Adiwira dengan tanggung jawab di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera I Banda Aceh, Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR. Kedua jembatan secara bersamaan dimulai pembangunannya sejak 6 Juli 2020 dan ditargetkan selesai pada Desember 2021. Secara keseluruhan progres konstruksi keduanya mencapai 19,6%.

Duplikat Jembatan Peureulak nantinya nemiliki panjang 142,6 meter dan lebar 13,5 meter. Konstruksi jembatan meliputi jalan pendekat atau oprit (382,3 m), pondasi pilar tipe kolom ganda, gelagar tipe PCI girder (40,8 m) dan bulb tee (60,8 m) dengan lantai beton bertulang. Sementara untuk duplikasi Jembatan Idi Rayeuk dibangun dengan panjang 61,4 meter dan lebar 9,5 meter, dilengkapi dengan jalan pendekat sepanjang 303,6 meter. Material untuk konstruksi ini hampir sama dengan duplikasi Jembatan Peureulak.

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat meninjau pembangunan duplikasi Jembatan Peureulak, Rabu (9/12/2020) menyampaikan jalan nasional ruas Banda Aceh-Medan merupakan jalur vital yang menghubungkan berbagai pusat-pusat produksi, koleksi, dan distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Beberapa hari terakhir, sejak Jumat (4/12/2020), wilayah Aceh Timur terjadi banjir akibat luapan beberapa sungai di daerah tersebut.

“Sehingga pembangunan duplikasi dan rehabilitasi jembatan ini penting dilakukan sekaligus untuk meningkatkan kapasitas layanan jalan dan jembatan yang semakin baik sehingga dapat menunjang kelancaran arus logistik serta perekonomian masyarakat,” kata Wamen Wempi.

Turut hadir dalam kunjungan, Anggota DPR RI Komisi V Ruslan M. Daud, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazali Akman, Bupati Aceh Timur Hasballah Bin HM Thaib, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1 Djaya Sukarno, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banda Aceh Elvi Roza, dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh Yoza Habibie. (wst)