TPST Sentiong Kelola Sampah Di Kota Cimahi 60 Ton Sehari

Loading

BANDUNG (Independensi.com) – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Ditjen Cipta Karya  melakukan kunjungan Presstour ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong  di Kota Cimahi, Jawa Barat (13/112025).

Dr. Muhamad Reva S.T.  M.Sc Kepala Balai Penataan Bangunan Gedung Prasarana dan Kawasan Jawa Barat Kementerian Pekerjaan Umum mengatakan, TPST Sentiong yang menggunakan Teknologi Refused Derive Fuel (RDF) dibangun dengan kapasitas total 50 ton sampah/hari atau setara dengan pelayanan untuk sekitar 80.000 jiwa (16.000 KK). Sedangkan TPST Lebak Saat mengolah limbah organik 10 ton/hari dengan menggunakan magoot.

Bekerjasama dengan DLH Kota Cimahi dan PT. Indocement, RDF hasil olahan dari TPST Sentiong digunakan sebagian bahan bakar Industri Semen, yang saat ini bisa menerima sebanyak 7 ton/minggu.

Saat ini TPST Sentiong dan Lebak Saat sudah beroperasi selama 7 hari per minggu, yang juga sedang dilaksanakan pendampingan operasional, agar dapat secara konsisten mengolah 50 ton sampah/hari, menyisakan residu sebesar 12% (berat), dan biaya pengoperasian-pemeliharaan-perawatan maksimal sebesar Rp 250 ribu/ton sampah.

TPST Sentiong menjadi proyek percontohan bagi Kota/kabupaten yang lain. “Diharapkan Kota Cimahi mampu mengelola TPS terpadu dengan baik dan berharap kedepannya program ini terus berlanjut jangan sampai berhenti, sehingga terwujud lingkungan yang sehat, “harap Kabalai.

Turut hadir mendampingi Kabalai dalam presstour, M Iqbal Perkasa S.T., M.SC (Kasatker Pelaksana Cipta KaryaWilayah II Jawa Barat), Drg. Chanifah Listyarini, M.H.M (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cimahi), Friska Nur Afiyanti S.T., M.Eng (PPK Sanitasi Wilayah II) serta Iwan K (mewakili Kabak BirkomPU) (Wst)

About The Author