Security Belt dan Suksesi Kapolri

Loading

Penulis: Pengamat Kepolisian Inspektur Jenderal Pol (Purn) Drs Sisno Adiwinoto MM.

JAKARTA (IndependensI.com) – Menjelang ahir tahun 2020 dan menyambut tahun baru 2021, Ketua Umum Ikatan Sarjana dan Profesi Perpolisian Indonesia (ISPPI) yang baru, Ambasador Komjen Pol Purn DR Ito Sumardi pada hari Kamis 24 Desember 2020 mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh-tokoh purnawirawan Polri, antara lain hadir Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto (Kompolnas), Irjen Pol (Purn) Andi Masmiat (PP Polri), Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi (Pahli Kapolri), Irjen Pol (Purn) I Ketut Yoga (Kadiv Humas Polri pada masanya) dan Irjen Pol (Purn) Syafrizal Ahyar (Sekjen ISPPI), ungkap Pengamat Kepolisian Ijp Purn Sisno Adiwinoto yang juga hadir pada pertemuan tersebut.

Cukup banyak Isu yang dibahas pada pertemuan tersebut, antara lain: perlunya dilakukan Security Belt dan terkait Suksesi Kepemipinan Polri, sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Kapolri Jendral Idham Azis pada bulan Januari 2021. Dibahas juga terkait perlunya kiprah ISPPI kedepan dalam mewujudkan motto ISPPI: “Memuliakan Profesi Polisi, Membela yang benar dan mengkoreksi yang salah”.

Saat ini kita semua masih fokus untuk menanggulangi masalah pandemi Covid-19 yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir dan akan berdampak terhadap masalah kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang dapat berujung dengan gangguan keamanan serta ketertiban masyrakat termasuk ancaman terganggunya perusahaan sebagai penggerak roda sosial ekonomi masyarakat dan dalam mengatasi pengangguran.

Untuk itu perusahaan perlu melakukan Security Belt dengan memberdayakan masyarakat sekitar.
Dalam hal ini Polri perlu mengintensifkan fungsi kepolisian pre-emtif (pre-emtif strike) dengan terus melakukan dan mengembangkan Binmas Stral, Polmas, Comunity Policing ataupun Democratics Policing.

Menyinggung masalah ”Suksesi Kapolri”, ISPPI mengharapkan tetap adanya kesinambungan kepemimpinan Polri dan peningkatan kinerja pelaksanaan program kerja dalam harkamtibmas dan penegakkan hukum.

Pimpinan Polri harus tegak lurus kepada Negara dan Kepala Negara sesuai konsep Negara Hukum. Diharapkan Kapolri kedepan memenuhi kriteria antara lain :
1. Memiliki kapasitas dan kompetensi profesional Kepolisian,
2. Memiliki pengalaman dan dedikasi,
3. Punya nyali keberanian bertindak dan bertanggung jawab,
4. Masa jabatan yang jangan terlalu pendek.

Pimpinan Polri telah membuka jalan bagi semua perwira Polri yang memenuhi syarat sebagai calon Kapolri memiliki peluang yang sama untuk menjadi Kapolri, namun tetap merupakan ranah hak prerogatif Presiden untuk menentukan siapa yang dikukuhkan menjadi Kapolri, sehingga tidak perlu terjadi friksi dan persaingan negatif maupun intervensi politik.

Dalam diskusi membahas kiprah ISPPI kedepan, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan antara lain:
-Bahwa ISPPI sebagai Ormas terdaftar yang inklusif akan memberikan saran masukan konstruktif yang terkait dengan permasalahan aktual maupun strategis dibidang hukum, kamtibmas dan profesi kepolisian serta mendukung kebijakan dan langkah kebijakan Polri sesuai tupoksinya.
-ISPPI berupaya untuk tetap eksis dapat membantu Polri dalam memelihara kesinambungan kebijakan kepemimpinan dan soliditas Polri pada setiap suksesi kepemimpinan Polri untuk mewujudkan Polri yang Promoter bukan hanya sebatas jargon saja.
-ISPPI akan memotivasi Polri utk melaksanakan fungsi pre-emtive pembinaan masyarakat terutama dalam mengantisipasi dampak sosial akibat pandemi Covid yang berkepanjangan, krisis ekonomi dengan membentuk Security Belt dengan memotivasi kepedulian masyarakat yang mampu untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, karena kita sadari kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang “lapar dan menganggur” terbatas, namun demikian pemerintah melalui UU Omnibus Law memberikan kemudahan dalam proses perijinan usaha.

Jakarta, 24 Desember 2020