Direksi PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi saat menyalurkan bantuan kepada ribuan jiwa korban banjir di Kecamatan Babelan, dan Muaragembong Kabupaten Bekasi. (jonder)

PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Salurkan Bantuan Kepada Ribuan Jiwa Korban Banjir

BEKASI (IndependensI.com)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, tidak hanya melayani ketersediaan bagi 300.000 lebih masyarakat pelanggan di Kabupaten dan Kota Bekasi.  Tapi sebagai perusahaan badan usaha milik daerah (BUMD) ini,  juga mempunyai tanggungjawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat.

Adapun bentuk csr berupa pemberian bantuan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Bekasi, berupa makanan siap saji seperti ribuan nasi bungkus, dan sembako.

” Ya hari ini kita memberikan bantuan nasi bungkus, air mineral, dan sembako lainnya  kepada masyarakat di beberapa desa Kecamatan Babelan, dan  desa-desa  di Kecamatan Muaragembong,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Usep Rahman Salim, Selasa (9/2/2021).

Untuk mendistribusikan sembako, Usep didampingi Direktur Teknik Johny Dewanto, dan Direktur Usaha Maman Sudarman, dan langsung mengunjungi masyarakat korban banjir.

Disebutkan, ribuan kepala keluarga di dua kecamatan tersebut sangat membutuhkan sembako dan makanan siap saji, karena akses jalan  dari rumah-rumah mereka terputus akibat tergenang banjir.

Bahkan, banjir di  Pantai Harapan Jaya dan  Pantai Mekar Kecamatan Muaragembong sudah terjadi satu minggu, akibat luapan Sungai Citarum, Kali Bekasi, Sungai Piket, Sungai Ciherang yang semuanya bermuara di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi.

Guna memudahkan pendistribusian bantuan kepada ribuan masyarajat, PDAM bekersajama dengan  Karang
Taruna Kecamatan Muaragembong, pengelola Pondok Pesantren Fastabiqul Khairots, dan relawan Rumah Bhakti Indonesia yang dikordinir Ani  Rukmini yang juga Ketua Komisi-1 DPRD Kabupaten Bekasi.

“Kita menjalin kerjasama dengan mereka untuk menyalurkan nasi bungkus, dan sembako kepada korban, mengingat ribuan warga berada di pedesaan, perkampungan dan rumah mereka tergenang air. Jadi untuk menyalurkan batuan harus menggunakan perahu yang tidak mungkin PDAM lakukan secara mandiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Ani Rukmini, mengatakan bersama relawan, pihaknya  membagikan sembako kepada warga di lima desa Kecamatan Babelan sebagaian harus menggunakan perahu.

Sebagaimana diketahui, Kecamatan Babelan merupakan daerah lintasan Kali Bekasi, Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang hulunya berada di Kota Bekasi. Sedangkan, Kecamatan Muaragembong merupakan wilayah lintasan Sungai Citarum, Kali Bekasi, Kali Piket dan Kali Ciherang  yang kini meluap merendam ribuan  permukiman warga di lima desa.

Ustad Nawir pengelola Pondok Pesantren  Fastabiqul Khairots di Desa Pantai Harapan Jaya, Muaragebong mengakui, sudah satu minggu perkampungan mereka tergenang banjir. Ketinggian banjir antara 50 cm sampai 2 meter.

Pengalaman kami jika  banjir seperti ini mengingat Muaragembong  hulu beberapa sunngai termasuk Sungai Citarum, banjir bisa terjadi sampai Maret 2021. Belum lagi jika terjadi pasang air laut, akan memperparah banjir hingga ketinggian 3 meter ujarnya.

“Sejak seminggu rumah kami terkepung  banjir, dan  baru dari PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi ada bantuan. Sementara warga tidak dapat bekerja karena perkampungan digenangi air. Satu-satunya kami hanya bisa keluar rumah pakai perahu,” katanya.

Hal serupa juga dibenarkan Ketua Karang Taruna Kecamatan Muaragembong,  Riyan.  Saat ini volume air Sungai Citarum semakin naik, dan kami kuatir jangan tanggul Citarum sampai jebol, katanya. (jonder sihotang)