Menteri Basuki mengatakan disamping membangun infrastruktur berskala besar, seperti bendungan dan bendung, Kementerian PUPR juga membangun infrastruktur kerakyatan seperti jaringan irigasi kecil sehingga air dapat mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani

Salurkan Padat Karya P3-TGAI, Kementerian PUPR Tingkatkan Jaringan Irigasi dan Pulihkan Ekonomi Perdesaan di Kabupaten Pacitan

Loading

PACITAN (Independensi.com) –  Program Padat Karya Tunai (PKT) melalui Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus bergulir di seluruh Indonesia. Pada tahun 2021, pelaksanaan P3-TGAI menjangkau 12.000 lokasi dengan total anggaran Rp 2,70 triliun atau naik dari TA 2020 sebesar Rp 2,25 triliun.

Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur, Minggu (14/2/2021), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengunjungi lokasi P3-TGAI di Desa Karangrejo dan Desa Gayuhan, di Kabupaten Pacitan. Hadir dalam kunjungan tersebut Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja.

Menteri Basuki mengatakan disamping membangun infrastruktur berskala besar, seperti bendungan dan bendung, Kementerian PUPR juga membangun infrastruktur kerakyatan seperti jaringan irigasi kecil sehingga air dapat mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani. Pada TA 2021, cakupan program P3-TGAI meningkat menjadi 12.000 lokasi dari sebelumnya TA 2020 sebanyak 10.000 lokasi.

“Program P3-TGAI sekarang sudah berjalan karena sesuai perintah Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) Februari 2021 harus sudah berjalan. Untuk upah pekerjanya bervariasi kalau di luar Pulau Jawa bisa Rp 125.000, kalau di sini (Pulau Jawa) bisa Rp 75.000,” kata Menteri Basuki saat meninjau PKT P3-TGAI di Kabupaten Pacitan.

P3TGAI merupakan pekerjaan perbaikan/rehabilitasi/peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif yang melibatkan masyarakat, untuk mendukung kedaulatan pangan. Petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara musim tanam dan panen.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ditjen SDA Agus Rudyanto mengatakan Program P3-TGAI di Kabupaten Pacitan disalurkan di 2 desa yakni Desa Karangrejo dan Desa Gayuhan Kecamatan Arjosari. Target penyerapan tenaga kerja di Desa Karangrejo sebanyak 1.187 orang dan Desa Gayuhan sebanyak 1.145 orang dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender.

“ Total luas lahan pertanian yang mendapat aliran air irigasi di Desa Gayuhan seluas 19 Ha dan Desa Karangrejo seluas 39 Ha, ” ujar Agus Rudyanto.

Secara keseluruhan di Provinsi Timur, program P3-TGAI menjangkau 386 lokasi yang tersebar di Kabupaten Madiun 70 lokasi, Pacitan 43 lokasi, Ponorogo 100 lokasi, Ngawi 29 lokasi, Magetan 29 lokasi, Tuban 30 lokasi, Bojonegoro 38 lokasi, Lamongan 24 lokasi, Gresik 23 lokasi. Pelaksanaan program berupa pembangunan irigasi kecil dengan pemasangan batu kali sepanjang 200 – 350 meter dan jalan produksi yang dikerjakan oleh para petani sekitar dengan diberikan upah tukang Rp 80 ribu/hari dan pekerja Rp 75 ribu/hari.

Salah satu warga Desa Karangrejo, Sugiarto mengaku bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan dari program P3-TGAI sejak terkena pemutusan kerja (PHK) sebagai buruh pabrik akibat Pandemi COVID-19. “Alhamdulillah dengan adanya program ini saya bisa bekerja. Di sini upahnya Rp 75.000 bisa untuk menghidupi keluarga di rumah,” tutur Sugiarto.(wst)