Sepanjang 100 meter tanggul Sungai Citarum di Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Jawa Barat, jebol dan membanjiri 17 wilayah kecamatan dan puluhan ribu rumah warga. (ist)

Tanggul Sungai Citarum Jebol Penyebab Banjir Bekasi dan Karawang

BEKASI (IndependensI.com)- Banjir di Kabupaten Bekasi hingga saat ini, Selasa (22/2/2021) semakin meluas. Itu dampak tanggal Sungai Citarum yang jebol, sejak Sabtu (20/2/2021). Hingga saat ini, tanggul belum dapat diperbaiki karena arus sungai sangat deras.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan, banjir di Kabupaten Bekasi saat ini tersebar di 17 kecamatan dari 23 kecamatan. Titik banjir  semakin meluas pascajebolnya tanggul Citarum di Kampung Babakan Banten, Sumber Urip, Kecamatan  Pebayuran.

Sungai Citarum berasal di Bandung yang hilirnya di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, setelah melintasi beberapa daerah diantanya Kabupaten Karawang.

Dari 17 kecamatan terdampak, sebanyak tujuh  kecamatan ketinggian air di atas satu meter. Hal itu terdapat di Kecamatan Cikarang Utara, Pebayuran, Cikarang Timur, Kedungwaringin, Muaragembong, Cabangungin, dan Kecamatan Tambun Selatan.

PDAM Tirta Bhagasasi

Banjir  disebabkan faktor alam karena tingginya curah hujan selama dua hari terakhir membuat debit air Sungai Citarum terus bertambah, dan mengakibatkan tanggul jebol di Bekasi sekitar 100 meter.

Ribuan warga harus dievakuasi, dan ditempatkan di sejumlah posko pengungsian. Proses evakuasi dibantu personel TNI dan Polri, sebagian menggunakan helikopter lantaran kondisi banjir yang cukup parah. Pasokan makanan juga terus didistribusikan kepada korban banjir.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, hari ini, Selasa (23/2/2021), mengirim ribuan paket  sembako, dan air bersih  ke posko di Kecamatan Pebayuran untuk disalurkan kepada masyarakat korban banjir,  ujar  Dirut Usep Rahman Salim

Pemkab Bekasi melalui BPBD, telah membuat dapur umum. Disediakan juga  perahu karet dan  tim kesehatan.

Ditinjau Menteri PUPR

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, sudah meninjau banjir di Kabupaten Bekasi dan Karawang, Senin (21/2/2021).

Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum telah menggerakan alat berat untuk menutup aliran sungai dari tanggul jebol agar tak terjadi banjir dengan ketinggian lebih besar.

“Kami sudah bergerak alat berat dair Balai Besar Sungai Citarum untuk segera menutup. Kalau kita lihat ada tenda biru, itu sudah mulai bekerja untuk menutup sementara,” katanya.

Basuki saat itu bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meninjau tanggul Sungai Citarum yang jebol. (jonder sihotang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *