Kadin Indonesia, TNI dan Polri Deklarasikan Gerakan Perang Melawan Pandemi

JAKARTA (Independensi.com) – Kadin Indonesia mendeklarasikan perang melawan pandemi COVID-19. Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid, mengungkapkan dalam perang melawan COVID-19 dibutuhkan upaya gotong royong atau secara bersama-sama.

Untuk itu dalam deklarasi ini Kadin menggandeng Pemprov DKI Jakarta, Polisi, TNI, PBNU, dan Muhammadiyah.

“Kadin ingin bersama-sama dengan bangsa dan negara untuk bisa bergotong royong yang kita namakan perang melawan pandemi, dengan demikian kadin sekarang ini kita membuat gerakan perang melawan pandemi,” ujar Arsjad saat konferensi pers, Minggu (25/7).

Arsjad menjelaskan ada beberapa pertempuran yang harus diselesaikan. Pertama soal vaksinasi COVID-19. Ia mengatakan pihaknya akan membantu secara maksimal melalui vaksinasi gotong royong dan membantu percepatan vaksinasi gratis dari pemerintah ke masyarakat.

“Jadi kita melakukan dua-duanya. Yang gotong royong itu untuk meringankan beban dari biaya pemerintah agar bisa dialokasikan untuk yang lainnya. Sedangkan membantu vaksinasi pemerintah adalah membantu mempercepat proses vaksinasi yang,” ujar Arsjad.

“Ini awal, nantinya sekalian kita akan melakukannya di 34 Provinsi di Indonesia dalam rangka upaya membantu bersama-sama melawan ini,” tambahnya.

Selain vaksinasi, Arsjad membeberkan pihaknya akan membantu dalam pengadaan oksigen. Ia mengungkapkan Kadin akan membuat rumah darurat oksigen di setiap provinsi yang diupayakan dekat dengan pabrik oksigen.

Namun, Arsjad akan melihat lagi mengenai lokasinya karena bisa saja ada lokasi yang tidak dekat dengan pabrik oksigen. Ia memastikan proses itu akan dipercepat.

“Kadin Indonesia juga melakukan yang namanya untuk konteks sosialnya juga kami membantu beras, obat-obatan dan lain-lain, karena obat-obatan saat ini langka dan demikian kami coba membantu untuk mempercepat dari proses yang ada,” kata Arsjad.

Arsjad menegaskan upaya penanganan Pandemi COVID-19 tersebut harus dilakukan secara bersama-sama. Ia merasa langkah itu juga bisa berdampak ke perekonomian.

Dalam deklarasi perang melawan pandemi COVID-19 dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyono, hingga perwakilan dari PBNU dan Muhammadiyah. Mereka membacakan deklarasi bersama-sama.

Berikut ini bunyi deklarasi perang melawan pandemi COVID-19:

Bahwa kami selaku Warga Negara Indonesia yang baik bersepakat untuk mendukung segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah Republik Indonesia dalam upaya menanggulangi COVID-19.

Bahwa kami selalu individu siap mematuhi, menerapkan, melaksanakan, protokol kesehatan baik di rumah, di kantor, di tempat ibadah, dan di mana pun kami berada.

Bahwa kami selaku individu siap untuk selalu mensosialisasikan dan mendukung ketaatan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam setiap aktivitas khotbah, ceramah, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersedia bersama kami menerima vaksinasi guna mengakhiri pandemi COVID-19 sehingga kesehatan pulih dan ekonomi bangkit kembali.