Koruptor Itu Bertobat di Lapas

Catatan pinggir Pdt Weinata Sairin

Manusia itu berakal budi
berkata-berkata
berperasaan
ia sang insan fana
berpeluang untuk berubah
dan mengubah
akhlak dari yang buruk
kearah yang baik
yang mulia
yang bermartabat
berkeadaban

perubahan akhlak
bisa terjadi
karena tausyiah
dan kotbah yang
mengubah
menggugah
karena pergaulan
dan interaksi dengan orang-orang baik
dari membaca
berdialog
dengan orang lain
yang kesemuanya
akumulatif menjadi pendorong diri sendiri
menampilkan hidup yang baik
hidup bernapaskan
ajaran agama

sohibku kang unang
baru saja keluar dari lapas
sesudah terkurung nyaris sepuluhtahun
selama menjalani masa penahanan
ia mendapat remisi
apalagi di lapas
ia rajin berbagi ilmu dengan para napi lainnya
rajin ke pertemuan pendalaman
ajaran agama
ia makin sadar
tentang salah dan dosanya
seminggu sebelum bebas
ia bicara dengan kyai
yang membimbing rohaninya
selama dilapas
ia nyatakan kepada pak kyai
bahwa ia ingin memulai hidup baru
ia menyatakan
tobat nasuha
takingin lagi melakukn tindakan
yang ujungnya
pidana dan lapas

tatkala ia pulang kerumah
isteri dan seorang anakya
menyambut penuh kasihsayang
rasa haru taksanggup dipendam
airmata menetes dari mata kang unang
yang nampak kuyu

sambil memeluk anak dan isterinya
agak terisak dan suara serak
kang unang berucap :
” kuakan hidup baru
melakukan tobat nasuha
mengasihi keluarga sepenuhhati”

kang unang bersama isteri dan seorang anaknya
kini hidup bahagia
mereka hidup standar
tanpa nafsu korupsi dan hasrat melawan hukum
hidup menurut ajaran agama
dan hidup taat hukum
adalah kebahagiaan sejati!

Jakarta, 20 November 2021/p.15.10
Weinata Sairin