Konsultasi Publik SPAM Regional Jatiluhur II Lingkup Bekasi di Pemkot Bekasi. (humas)

Konsultasi Publik SPAM Regional Jatiluhur II Lingkup Bekasi

Loading

BEKASI (IndependensI.com)- Plt Wali Kota Bekasi, Tri Ardhianto menegaskan bahwa
Proyek Strategi Nasional (PSN) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), perlu ditingkatkan. Pemerintah Kota Bekasi selalu terbuka dengan inovasi-inovasi baru dalam menyelesaikan atau membantu kebijakan-kebijakan untuk percepatan PSN tersebut.

Maka, ia  berharap kedepannya, permasalahan-permasalahan lingkungan seperti ketersediaan air bersih dapat diselesaikan.
Penegasan itu diterangkan dalam  diskusi atau public hearing Konsultasi Publik dalam rangka Proyek Strategi Nasional (PSN) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Ir. H. Juanda/Jatiluhur II Lingkup Hilir Kota Bekasi di Pemkot Bekasi, Kamis (19/5/2022).

Acara tersebut turut dihadiri Herry Trisaputra Zuna Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementrian PUPR, Zurina Executive Director and Chief Commercial Officer dari Ranhill Capital Sdn Bhd, serta dimoderatori  Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Solihat.

Konsultasi publik juga dihadiri  perwakilan dari Pimpinan Himpunan/Gerakan Mahasiswa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat se-Kota Bekasi yang terdapat dalam zona Spam Ir. H. Djuanda.

Tri menyampaikan bahwa saat ini air minum atau air bersih di Kota Bekasi disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi dan Perumda Tirta Patriot.

Disebutkan, Proyek SPAM Regional Ir. H. Djuanda/Jatiluhur II  merupakan proyek yang telah tertuang dalam RPJMN 2020-2024 yang saat ini sedang dalam penyiapan studi.

“Proyek ini diharapkan dapat menyambung hingga 10 juta sambungan rumah yang mencakup wilayah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi DKI Jakarta. Nilai proyek ini mencapai Rp 123,5 Triliun. Skema kerjasama melalui mekanisme Take and Pay dinilai menarik karena apa yang dibayarkan sesuai dengan apa yang terjual ke masyarakat” ujar Tri

Dikatakan, penerima air bersih di Kota Bekasi dilihat dari pelanggan aktif Perumda Tirta Patriot dinilai sangat kecil atau sekitar 11 persen dari jumlah penduduk yang terdapat jaringan perpipaan Perumda Tirta Patriot. Padahal Pemerintah Kota Bekasi telah memiliki target sampai dengan akhir tahuun 2021 cakupan air bersuh  39 persen.

Dengan adanya proyek ini diharapkan cakupan layanan air minum di Kota Bekasi dapat diperluas hingga 39 persen secara berkelanjutan.

Target penerimaan air bersih yang awalnya ditargetkan sebesar 62 persen seharusnya didorong hingga maksimal atau 100 persen. Kota Bekasi dinilai lebih dulu dalam mengaplikasikan konsep yang ditawarkan.

“Proyek ini memiliki beberapa tujuan seperti penambahan sambungan baru, peningkatan kesehatan, pembagian risiko serta mengatasi keterbatasan fiskal dan stimulus ekonomi.” ujar Herry.

Ia menegaskan, proyek tersebut memiliki beberapa hambatan serta tantangan. Hambatan tersebut berupa keterbatasan air baku, waterborne disease, serta peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang dinilai cukup tinggi.

Ada pula tantangan dari proyek tersebut  anggaran dinilai sangatlah terbatas dan efisiensi penggunaan sumber daya oleh PDAM.

Amanat pembangunan dapat dilihat melalui UUD 1945, Sustainable Development Goals, VISI PUPR 2020—2024, RPJMN Indonesia 2020—2024,  Deklarasi Majelis Umum PBB, serta 6 prinsip dasar pengelolaan SDA, tandasnya. (jonder sihotang)