Pelaku UMKM Apresiasi Banteng Pangkalpinang & Rudianto Tjen Atas Festival Pesta Rakyat

PANGKALPINANG (Independensi)- Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengapresiasi gelaran Festival Pesta Rakyat yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Pangkalpinang dan Yayasan Rudi Center yang didirikan Rudianto Tjen, serta sayap partai seperti BMI dan TMP Babel.

Setidaknya, terdapat 73 UMKM yang ikut berpartisipasi memeriahkan jalannya Festival Pesta Rakyat yang digelar di Taman Alun-alun Merdeka tersebut, yang akan berjalan selama lima hari kedepan, mulai 24 hingga 28 Agustus 2022.

Muhammad Raihan (22), salah satu pelaku UMKM di bidang kopi yang berpartisipasi dalam festival tersebut mengapresiasi PDI Perjuangan Kota Pangkalpinang dan Rudianto Tjen.

Menurutnya, saat ini dibutuhkan gebrakan-gebrakan untuk membuat dunia wirausaha yang digeluti masyarakat semakin bergeliat.

Raihan juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara. Karena, dirinya bisa ikut berpartisipasi menjajakkan produk dagangannya secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Mantap pokoknya acaranya, dengan ada festival ini kami selaku pelaku usaha merasa terbantu, karena disediakan stand untuk berjualan. Terima kasih untuk PDI Perjuangan, pak Rudianto Tjen, Center, dan semua pihak yang membantu terselenggaranya acara ini,” ungkap Raihan, Rabu malam (23/8/2022).

Tak hanya Raihan, Januar Arhanda (28) pemilik UMKM DC Donuts, mengaku bangga kepada PDI Perjuangan dan Rudi Center.

Menurutnya, festival ini menjadi bukti nyata kepedulian bahkan keseriusan PDI Perjuangan, Rudianto Tjen dan Rudi Center untuk membangkitkan perekonomian masyarakat pasca pandemi.

“Kegiatan ini menurut saya harus diapresiasi. Menurut saya acara ini bisa jadi salah satu cara untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Karena di acara ini banyak UMKM yang berpartisipasi, tentu akan ada perputaran ekonomi. Dan ini dampaknya sangat luar biasa bagi kami para pelaku UMKM,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pangkalpinang, Abang Hertza menyampaikan bahwa pihaknya bersama Rudi Center akan terus berusaha hadir membantu masyarakat, termasuk para pelaku UMKM.

Hertza yang juga merupakan Ketua DPRD Kota Pangkalpinang itu berharap dengan dilibatkan UMKM tersebut mampu menjadi momentum agar usaha milik masyarakat semakin bergeliat.

“Harapan saya sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pangkalpinang bahwa kami berada di tengah-tengah masyarakat, kami sangat peduli terhadap tumbuh kembang di Kota Pangkalpinang jadi UMKM ini akan selalu kita bina, akan selalu menjadi spirit ekonomi bagi masyarakat,” kata Hertza.

“Intinya bagaimana ekonomi masyarakat itu bisa berkembang dengan hadirnya PDI Perjuangan di antara mereka untuk menghidupkan kembali ekonomi yang sempat lesu,” lanjutnya.

Kendati demikian, Hertza menyampaikan permohonan maaf untuk UMKM yang tidak bisa mendapatkan stand di pasar kuliner tersebut. Pasalnya, dengan keterbatasan tempat, pihaknya hanya mengakomodir 73 UMKM.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh UMKM yang berpartisipasi terhadap acara PDI Perjuangan terutama di pasar kuliner merdeka ini dan juga permohonan maaf kami dari panitia karena dari semua yang mendaftar sebanyak 200 lebih UMKM itu hanya kita bisa mengakomodir tadinya 50 tapi kita tambah lagi mengingat space-nya tidak cukup. Jadi kita tambah 23 dan ini betul-betul sudah padat,” jelas Hertza.

“Oleh karena itu kami berharap para UMKM yang belum mendapat kesempatan jangan berkecil hati karena tahun depan PDI Perjuangan akan melaksanakan kegiatan serupa yang lebih besar lagi,” pungkasnya. (Hiski Darmayana)