Dejan Ferdinansyah dan Gloria Emanuelle Widjaja.

Duel Ganda Campuran “Non Pelatnas” di Final

JAKARTA (Independensi.com) – Duel para mantan pemain pelatnas Indonesia terjadi di babak final ganda campuran turnamen bulutangkis Kapal Api Indonesia International Series 2022 yang berlangsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu (26/9/2022).

Ganda campuran unggulan pertama, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak final setelah menghentikan Jafar Hidayatullah/Aisyah Salsabila Putri Pranata 22-20, 21-17, Sabtu (25/9/2022).

“Gim pertama mereka bermain cukup baik sebenarnya, kita sempat tertinggal juga. Hanya mungkin tadi kita lebih siap,” kata Dejan usai laga seperti dikutip dari rilis Humas PBSI. “Setelah menang di gim pertama, kita lebih lega, jadi mainnya bisa lebih tenang. Di gim pertama kan ketat poinnya sampai setting karena saya terlalu terburu-buru untuk menutup di depan tapi ternyata kondisi lapangan yang berangin membuat saya hilang kontrol dan banyak mati sendiri. Jadi setelah berhasil menang, di gim kedua jadi lebih ringan,” sambung Gloria.

Dejan/Gloria secara khusus memberikan kredit kepada sang lawan. Mereka menganggap Jafar/Aisyah punya prospek cerah ke depan. “Buat kami, mereka secara kualitas sudah bagus banget di usia yang masih junior. Ke depan prospek mereka bisa cerah,” ucap Gloria.

Di laga final, Dejan/Gloria akan ditantang sang debutan, Moh. Reza Pahlevi Isfahani/Melati Daeva Oktavianti. “Untuk besok kami mau menyiapkan dulu kondisi kami. Setelah pertandingan hari ini harus jaga makan dan istirahatnya. Besok siapa pun lawannya harus lebih siap dari mereka,” ungkap Dejan.

Sementara, Reza/Melati sukses melangkah ke babak final setelah menghentikan perlawanan Akbar Bintang Cahyono/Marsheilla Gischa Islami yang menempati unggulan kedua. Reza/Melati menang lewat pertarungan tiga gim, 21-12, 19-21, 21-11.

“Hari ini di gim pertama kita sudah bisa menguasai permainan tapi di gim kedua saya banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri, terutama di poin-poin terakhir,” ucap Reza. “Di gim ketiga, kita coba bermain lebih fokus apalagi setelah interval karena sisi lapangannya kurang enak. Juga meminimalisir kesalahan sendiri karena kalau dari pola tidak ada yang berubah. Alhamdulillah bisa lancar,” sambung Melati.

Reza/Melati mengaku tidak menyangka bisa melaju hingga ke final. Tujuan utama mereka sebenarnya hanya membantu Melati untuk tetap merasakan atmosfer pertandingan ketika sang pasangan asli Praveen Jordan masih menjalani pemulihan pasca operasi.

“Tidak menyangka bisa sampai ke final karena memang kita hanya mencoba menikmati setiap pertandingan. Di sini juga tidak ada tuntutan apapun. Tujuan saya hanya membantu Kak Meli (Melati), sambil menunggu partnernya kembali. Ya sudah saya pun belajar bermain ganda campuran,” jelas Reza.