![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Langkah ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu terus melaju di Daihatsu Indonesia Masters 2026. Bermain di Istora Senayan, Jumat (23/1/2026), Jafar/Felisha sukses menyingkirkan pasangan kuat Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, lewat duel ketat tiga gim yang berlangsung selama 70 menit.

Sempat tertinggal di gim pertama, Jafar/Felisha bangkit dan menutup pertandingan dengan skor 13-21, 22-20, 21-16. Hasil ini memastikan tiket semifinal pertama bagi keduanya di Istora Senayan.
“Enggak mudah, karena lawan bermain baik, sangat baik. Pola yang mereka terapkan sempat menyulitkan kami. Keluar dari pola mereka itu enggak mudah juga. Tapi puji Tuhan dengan daya juang, komunikasi, dan rasa gak mau kalah yang tinggi. Pelan-pelan kami bisa keluar dari tekanan dan mengontrol jalannya pertandingan sampai selesai dengan kemenangan,” ujar Felisha, dikutip dari rilis Humas PBSI.

Keberhasilan tersebut membuat Jafar/Felisha menjadi satu-satunya wakil ganda campuran Indonesia yang tersisa di semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026. Wakil Merah Putih lainnya, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, harus angkat koper setelah kalah tipis dari unggulan kedua asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, dengan skor 20-22, 21-14, 19-21.
Dari sektor ganda putri, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari juga memastikan tempat di empat besar. Mereka menaklukkan pasangan Taipei, Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan, melalui laga tiga gim 21-23, 21-18, 21-19.
“Alhamdulillah kami bisa menangkan pertandingan ini dalam keadaan yang sehat. Saya berterima kasih kepada Lanny, dia mau upayakan untuk keluar dari tekanan diri sendiri. Padahal kami tahu, dia juga tegang tapi dia berani untuk keluar dari ketegangan itu,” kata Apriyani.
Lanny mengakui laga berjalan menegangkan, terutama saat mereka tertinggal. “Pertandingan ini memang menegangkan, waktu ketinggalan tadi, saat servis saya berkata dalam hati untuk sabar, sabar jangan terlalu nafsu, sabar. Lalu diingatkan kak Apri dan mbak Titin (coach Nitya Krishinda Maheswari), jangan buru-buru,” ucap Lanny.
Di semifinal, Apriyani/Lanny akan menghadapi unggulan pertama asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Pertemuan ini menjadi debut duel kedua pasangan, mengingat Apri/Lanny baru dipasangkan sejak Desember tahun lalu. Sementara itu, ganda putri Indonesia lainnya, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, terhenti di perempat final usai kalah dari wakil Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dengan skor 21-16, 11-21, 14-21.
Pada nomor ganda putra, Indonesia dipastikan memiliki satu wakil di partai final. Duet Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani melangkah ke semifinal dan akan berhadapan dengan sesama pasangan Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Sabar/Reza mengamankan tiket empat besar setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, dengan skor 22-20, 21-19. Ini menjadi pertemuan ketujuh kedua pasangan, dengan rekor sementara 6-1 untuk keunggulan Sabar/Reza.
Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 menjadi ajang ketiga yang dijalani Sabar/Reza sepanjang Januari, setelah tampil di Malaysia Open (Super 1000) dan India Open (Super 750). Meski kondisi fisik Sabar belum sepenuhnya prima, keduanya tetap bersyukur karena Indonesia sudah memastikan satu tempat di final ganda putra.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, berhasil melangkah ke babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan pasangan Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, pada laga perempat final 18-21, 21-19, 21-14.
Joaquin mengungkapkan bahwa atmosfer pertandingan sudah terasa luar biasa sejak awal laga. Namun, ia mengakui bahwa pada gim pertama dirinya dan Raymond kurang mampu mengantisipasi pola permainan lawan. “Tadi, permainan kita saya rasa cukup all-out. Di gim pertama, kita kurang mengantisipasi permainan dari mereka. Mereka terus memaksakan pola menyerang,” ujar Joaquin.
Sedangkan Raymond menilai permainan mereka sudah berjalan sesuai rencana, terutama setelah mampu memperbaiki kesalahan yang terjadi pada gim pertama. “Mainnya sesuai rencana. Walaupun di gim kedua masih ada kesalahan sendiri, tapi di gim ketiga kita lebih berani karena sudah tahu bagaimana pola permainan di Indonesia Masters,” ujar Raymond.
Pada babak semifinal, Raymond/Joaquin akan kembali menghadapi pasangan Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Menjaga Asa
Sementara itu, dari sektor tunggal putra, Alwi Farhan masih menjaga asa. Alwi menuntaskan laga perempat final dengan kemenangan dua gim langsung atas wakil Jepang, Yushi Tanaka, 22-20, 21-16.

“Alhamdulillah, saya amat diberkati hari ini. Saya tidak dalam kondisi seratus persen tapi saya mencoba mengeluarkan semangat yang ada. Berkat doa masyarakat Indonesia khususnya yang di Istora juga. Thank you banget,” ujar Alwi usai pertandingan.

