Foto : Direktur Utama SIG, Donny Arsal (kedua kiri) saat menandatangani Letter of Intent Proyek Pilot Voluntary Carbon Market (VCM) dengan 7 BUMN dalam rangkaian acara SOE International Conference di Nusa Dua Convention Center.

Transformasi SIG, dari Perusahaan Persemenan Jadi Penyedia Solusi Bahan Bangunan.

Loading

GRESIK (Independensi.com) – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong perusahaan-perusahaan BUMN untuk bertransformasi agar dapat menjalankan perannya sebagai value creator dan agent development, serta memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat.

Pasalnya sejak 2019 Kementerian BUMN terus melakukan transformasi BUMN secara menyeluruh. Meski saat ini baru mencapai 80 persen, dan ditargetkan rampung pada satu setengah tahun ke depan.

Menurut Direktur Utama SIG, Donny Arsal, sebagai salah satu perusahaan BUMN terkemuka di Indonesia. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), telah berevolusi dari perusahaan persemenan menjadi penyedia solusi bahan bangunan.

Transformasi itu ditandai dengan perubahan corporate brand dan logo Semen Indonesia menjadi SIG pada 11 Februari 2020 lalu. Transformasi ini sejalan dengan semangat yang dijalankan Kementerian BUMN, untuk menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN semakin profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya, Selasa (25/10).

Bahkan lanjut Donny, SIG berkomitmen untuk melanjutkan transformasi dengan fokus mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan yang ada di bidang building material dan memberikan solusi kepada seluruh stakeholders. SIG ingin menjadi pionir industri bahan bangunan yang mampu meningkatkan standar hidup masyarakat, selalu mengutamakan strategi keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya, termasuk penggunaan bahan bangunan yang efektif dan efisien.

“Melalui transformasi yang dilakukan pada 2021, SIG berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp2,021 triliun. Berdasarkan penetapan laba bersih tersebut, sebanyak 50,66 persen atau Rp 1,024 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai dan sebesar 49,34 persen atau Rp 997,190 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Atas pembagian tersebut, SIG juga berhasil masuk dalam 10 besar perusahaan BUMN yang menyumbang dividen saham bagi Negara sebesar 51,01 persen atau Rp 522,34 miliar,” tuturnya.

Selain itu, Donny menambahkan pada Agustus 2021 SIG telah menjalin kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC). Kemitraan dengan perusahaan produsen semen terkemuka asal Jepang itu, menjadi salah satu milestone dalam transformasi SIG yang akan meningkatkan value dan kapabilitas, serta memperkuat posisi SIG dalam persaingan industri bahan bangunan di regional.

”Setiap pencapaian adalah bukti nyata kami untuk menghadirkan solusi yang pendukung proses transformasi bagi pelanggan, mitra binis, masyarakat dan negara demi membangun kehidupan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ungkapnya

Selain capaian dalam kinerja keuangan, SIG juga mencatatkan hasil positif dari upaya menjalankan sustainability initiative yang telah ditetapkan oleh Perusahaan, khususnya terkait upaya dekarbonisasi.

Hal ini, dibuktikan dari keberhasilan SIG dalam menurunkan emisi karbon. Pada semester I 2022, SIG berhasil menekan emisi karbon hingga 592 kg CO2/ton semen atau turun sebesar 2,5 persen (setara 15 kg CO2/ton semen) yang dikontribusikan dari penurunan clinker factor sebesar 0.8 persen menjadi 69,4 persen dan peningkatan Thermal Substitution Rate (TSR) sebesar 1.7 persen menjadi 6,8 persen,” tukasnya.

SIG sambung Donny juga telah merilis Sustainability Framework sebagai langkah mendukung visi dan sustainability strategy Perseroan dengan fokus pada penurunan emisi karbon secara bertahap dengan target 520 kg CO2/ton semen dan stretch target 493 kg CO2/ton semen pada tahun 2032. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs 2030) yang dicanangkan oleh pemerintah.

Di sisi lain, dalam penerapan prinsip ESG (environmental, social, governance), SIG membuktikan diri sebagai Perusahaan yang menjalankan bisnis inklusif dengan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Hingga 2021, tercatat ada 7 juta penerima manfaat melalui program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, lingkungan, hingga sosial dan ekonomi,” imbaunya.

“Tentu transformasi tersebut akan kami terus lakukan agar BUMN dapat semakin memberikan kontribusi yang maksimal untuk Indonesia dan menjadi pemain global,” ucapnya mengutip pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir dalam kegiatan State Owned Enterprises (SOE) International Conference di Bali. (Mor)