Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto tinjau TPST Bantargebang. (humas)

Teknologi RDF Diterapkan di TPST Bantargebang Bekasi

Loading

BEKASI (IndependensI.com)- Teknologi terbosan Landfill Mining dan Refused Derived Fuel (RDF) Plant, ditetapkan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Batargebang Kota Bekasi, Jawa Barat.

Teknologi ini mengacu pada penambangan sampah dengan bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan dari pembakaran sampah yang memiliki nilai kalor tinggi, seperti plastik, kertas, kain, dan karet atau kulit.

Terkait penggunaan teknologi tersebut,  Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono TPSTBantargebang, kemarin. Ia didampingi  Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Teknologi dan merupakan  fasilitas baru ini digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah.

RDF Plant adalah teknologi yang mampu memisahkan sampah padat perkotaan antara sampah yang mudah terbakar dengan sampah yang sulit terbakar. Dengan  teknologi tersebut  dapat menghasilkan bahan baku energi ramah lingkungan untuk industri.

Disebutkan, ada  7500 Ton sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang tiap hari. Dengan adanya teknologi tersebut diharapkan mampu meminimalisir sampah tanpa perlu diolah kembali dan bahkan bisa menjadi sebuah bahan bakar seperti batu bara.

RDF Plant sudah ditanamkan di TPST Bantargebang dan sedang diujicoba. Dari ujicoba tersebut, 7500 Ton sampah yang dibuang ke sini per-harinya, yang sudah dikonversi menjadi campuran batubara ada 1000 Ton, progress proyek pembangunan area baru untuk fasilitas ini sudah 98% dan sebentar lagi akan beroperasi secara maksimal.

PltWali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi teknologi yang digagas Pemprov DKI Jakarta tersebut dalam komitmennya menangani permasalahan sampah.

“Saya rasa ini teknologi yang menjanjikan, mewujudkan sebuah solusi dari masalah sampah, dan bahkan dari solusi tersebut dapat terwujud energi terbaru dan memiliki nilai ekonomis, yang memiliki banyak manfaat untuk keberlangsungan kehidupan. Makan, perlu  komitmen sungguh-sungguh Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan sampah. Pemerintah Kota Bekasi mendukung terbosan-terbosan Pemprov DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah, katanya  (jonder sihotang)