Faried Widyarohmadhiansyah. (Istimewa)

Faried dan Lisa Tembus Babak Final

Loading

YOGYAKARTA (Independensi.com) – Dua petenis Indonesia, Kholisa Siti Maisaroh (16) dan Faried Widyarohmadhiansyah (18) sukses mencapai babak puncak nomor tunggal pekan kedua Detec International Junior Championship 2023 di Bantul, Yogyakarta, Jumat (27/5/2023).

Pada semifinal tunggal putra, Faried menaklukan unggulan keempat, Kamonpanyakorn Thadpong, asal Thailand. Sedangkan pada sektor putri, Lisa mengandaskan Abigael Elham.

Bertanding di Lapangan Tenis Kompleks Stadion Sultan Agung, Faried mengambil set pertama dengan mudah, 6-4. Petenis kelahiran Gunung Kidul (DIY) yang kini bernaung di Deddy Prasetyo Tennis Club (Detec) Jakarta itu langsung menyelesaikan pertandingan set kedua dengan skor 6-1.

“Begitu tahu, saya mencecar kelemahan lawan terus. Sesekali saya kembali ke permainan biasa, sebelum kembali menyerang kelemahannya. Dia suka baseline, saya enggak bikin dia main baseline. Kira-kira dua berbanding satu,” ujar Faried. Pada partai final, Minggu (28/5), Faried akan menantang jawara pekan pertama, Kuan Sho Chen, yang mengandaskan unggulan kedua, Kandhavel Mahalingam Akilandeshwari dari India, 6-3 7-5.

Unggulan kelima itu kalah sekali dari petenis Taiwan bertubuh mungil di babak ketiga ITF J30 Serawak, akhir Februari 2023. “Itu pelajaran buat saya. (Kuan) bermain seperti terburu-buru, namun saya juga ikut terburu-buru saat itu. Permainan saya jadinya lumayan rusuh,” tuturnya.

Ketika ditanya soal penampilannya, Faried mengaku akan bermain lebih sabar. “Dia bermain sangat rushy. Saya bakal lebih prevent dahulu, begitu bolanya enak baru inisiatif menyerang,” tutur runner-up ITF J30 di Colombo, Srilanka, awal Februari lalu.

Dendam Faried pun makin membara lantaran calon lawannya di final tunggal itu telah menjegalnya di laga pamungkas ganda, Sabtu (27/5/2023). Duet Taiwan, Kuan Suo Chen /Kai An Wu membekap pasangan tuan rumah, Faried/Jason Halim 6-0 6-3.

Ulang Sukses

Sementara itu, Lisa berhasil mengulang pencapaian tahun lalu di turnamen berlevel J30 ITF ini dengan mencapai partai final. Dalam duel di semifinal, petenis kelahiran Kudus (Jawa Tengah) itu membukukan kemenangan dengan dua set langsung 6-1 6-1. “Tadi main seperti biasa. Banyak nyerang tapi juga ada variasinya. Kadang set dulu. Kadang defense dulu. Liat bola dulu. Enggak asal nyerang terus,” ujar peringkat 451 ITF.

“Aku rasa kompetitornya lebih berat tahun lalu. Dulu, aku main lebih sering awur-awuran, masih sering bingung sendiri. Sekarang, udah bisa lebih mikir. Secara teknis mungkin enggak ada yang pesat. Lebih rapih aja mainnya,” imbuh petenis 16 tahun.

Untuk melampaui pencapaian tahun lalu, Lisa akan mempersiapkan sebaik mungkin melawan petenis Korea Selatan, Min Young Choi, yang mengalahkan petenis Jepang, Noelani Sara Teso, 7-5 7-5. “Main sama aja. Main nyantai. Berani nyerang. Tetap lihat bola, tetap kontrol diri, dan yakin. Tidak memikirkan hasilnya,” ujar Lisa.
.