![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Dalam rangka memperingati Bulan Kanker Payudara Internasional, De Sports bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kembali menggelar ajang Tennis Pinktober 2025 pada 25–26 Oktober 2025 di lapangan tenis indoor Bulungan, Jakarta. Kegiatan ini menjadi simbol olahraga bisa menjadi medium perlawanan terhadap salah satu penyakit paling mematikan bagi kaum perempuan.
Diwarnai nuansa merah muda yang identik dengan simbol kepedulian terhadap kanker payudara, turnamen ini tidak sekadar menyajikan kompetisi olahraga, tetapi juga mengusung pesan penting yakni tenis bukan hanya permainan, melainkan gerakan sosial yang membangun kesadaran dan semangat untuk hidup sehat.
Direktur Turnamen, Wanda Jane mengaku antusiasme peserta yang melampaui prediksi panitia, meski di waktu bersamaan ada turnamen lain yang juga digelar. “Antusias peserta cukup bagus, walaupun ada turnamen tenis lain di waktu bersamaan. Awalnya kami sempat ragu, tapi sampai batas penutupan pendaftaran, jumlah peserta terus bertambah. Karena keterbatasan waktu dan lapangan, kami batasi enam tim, masing-masing maksimal delapan pemain, dengan sistem round robin dan kategori beginner serta intermediate,” ujar Wanda, Sabtu (25/10/2025).
Bagi Wanda, sambutan luar biasa ini menunjukkan bahwa olahraga tenis kini menjadi lebih dari sekadar kegiatan rekreasi. “Melalui turnamen ini, para peserta bukan hanya mengejar gelar juara, tapi juga ikut menyuarakan pentingnya deteksi dini dan semangat melawan kanker payudara,” tambahnya.
Sementara itu Wakil Ketua YKPI, Titien Pamudji menilai Tennis Pinktober memiliki makna yang sangat mendalam. Turnamen ini menjadi medium edukasi publik agar lebih peduli terhadap kesehatan payudara dan deteksi dini. “Turnamen ini digelar untuk lebih memasalkan makna dari bulan kepedulian kanker payudara,” ujar Titien.
Menurutnya, melalui olahraga seperti tenis, pesan kepedulian dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dengan cara yang menyenangkan. “Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus melalui seminar atau kampanye formal. Melalui olahraga pun bisa, sambil mengedepankan gaya hidup sehat,” ungkapnya.
Titien menambahkan, kanker payudara sebenarnya bisa disembuhkan jika dideteksi sejak stadium awal. Karena itu, YKPI terus menggaungkan kampanye SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) agar masyarakat lebih waspada. “Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya pemeriksaan dini. Kanker bisa disembuhkan jika dikenali sejak awal,” tegasnya.
Turnamen ini membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi bahasa universal untuk menyampaikan empati dan harapan. Pinktober bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi gerakan yang menginspirasi perempuan untuk tetap kuat, aktif, dan saling mendukung dalam menghadapi kanker payudara.

