Diduga Terlibat Penipuan Seorang Warga dan Kades Peganden Manyar Gresik Dilaporkan Polisi

Loading

OhGRESIK (Independensi.com) – Penjualan tanah kavling di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dilaporkan ke Polres setempat atas dugaan penipuan. Hal itu diduga melibatkan Kepala Desa dalam jual beli, sebab ada  riwayat tanah yang dikeluarkan pihak desa.

SMJ (51), warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar melalui kuasa hukum Abdullah Syafi’i, mengatakan, banyak korban jual beli tanah kavling bodong di wilayah Desa Peganden, Kecamatan Manyar.

“Para korban sudah berusaha menempuh jalan damai secara musyawarah – bersama, namun pihak penjual tanah kavling tidak bisa diajak berunding,” ujarnya, Sabtu (8/7).

Dugaan surat-surat tanah tersebut ganda, karena korban sudah melunasi pembelian tanah kavling, dan ada riwayat tanah dari Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Selain itu, juga ada Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) yang ditanda tangani Kepala Desa atas nama Mustain.

Namun, ketika pemilik tanah akan membangun di lahan kavling tersebut, tiba-tiba muncul pemilik tanah yang mempunyai dokumen sertifikat. Sehingga, pihak korban tidak bisa membangun dan memiliki tanah yang sudah dibeli.

Tanah kavling yang dibeli korban, pada tahun 2021, seharga Rp 60 Juta, dengan luas lebar 6,5 meter dan panjang 15 meter.

“Kita sudah menempuh mediasi, namun tidak menemukan titik temu, sehingga korban penjualan tanah kavling dokumen ganda ini melaporkan ke Polres Gresik,” kata Abdullah Syafi’I saat di Mapolres Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Lebih lanjut Abdullah Syafi’i menambahkan, korban jual beli tanah kavling di Desa Peganden, Kecamatan Manyar lebih dari 10 orang dan sudah berusaha menemui terlapor yaitu Muhammad Abdullah (31), warga Desa Peganden Kecamatan Manyar dan Mustain, selaku Kepala Desa Peganden.

“Pihak Kepala Desa sudah pernah mengakui, bahwa ada surat tanah yang ganda. Sehingga, tetap dilaporkan, sebab membuat riwayat tanah dan menjadi saksi dalam Surat Perjanjian Jual Beli,” katanya.

Sementara Kepala Desa Peganden, Kecamatan Manyar Mustain saat dikonfirmasi mengatakan sedang di luar kota. “Saya masih di Cirebon, Saya pulang Senin,” tandas Mustain melalui pesan singkat.(Mor)