Ketua YKPI Linda Agum Gumelar berfoto bersama peserta pelatihan kanker payudara di Jakarta, Jumat (25/8/2023). (Istimewa)

YKPI Latih Relawan Bersama LSPR

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bekerjasama dengan London School of Public Relations (LSPR) Jakarta menggelar pelatihan pendampingan Pasien Kanker Payudara Bersertifikat Internasional TUV Rheinland pada 25-27 Agustus 2023 di gedung LSPR Jakarta. Sedikitnya 40 peserta tercatat mengikuti pelatihan ini.

“Setelah mengikuti pelatihan ini saya berharap bisa memahami tentang materi deteksi dini kanker payudara, tetapi pendamping itu bukan menggantikan peranan dokter atau tenaga medis terlatih, semakin memiliki empati dan simpati kepada pasien kanker payudara, mampu berkomunikasi yang baik dengan pasien kanker payudara maupun keluarganya, mampu memahami psikologi pasien kanker payudara,” ungkap Ketua YKPI Linda Agum Gumelar dalam sambutannya pada acara pembukaan pelatihan, Jumat (25/8/2023).

Kegiatan pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan YKPI. Besarnya animo peserta yang ingin mengikuti pelatihan ini terpaksa harus dibatasi, dimana tahun ini YKPI menerima tenaga Kesehatan dan non Kesehatan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan ini didukung Prita Kemal Gani selaku CEO dari London School of Public Relation ( LSPR ) dan PT Paragon Technology & Innovation (Wardah Cosmetics).

“Guna meningkatkan pengetahuan dan informasi, wawasan, keterampilan dan kompetensi para tenaga pendamping diperlukan Pelatihan Pendamping Pasien Kanker Payudara,” ujar Ketua Panpel Pelatihan, Sri Danti Anwar. “Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan para peserta yang akan menjadi pendamping pasien kanker payudara agar mengerti mengenai perjalanan penyakit kanker payudara yang dialami oleh pasien mulai pengobatan yang sedang/akan dijalani, dan bukan untuk menggurui pasien kanker payudara atau menjadi pemecah persoalan yang dihadapi, akan tetapi ingin berbagi pengalaman,” tambahnya.

Danti menambahkan, pendamping itu perlu memiliki kemampuan untuk membangun hubungan dan mendukung pasien kanker payudara dalam mengatasi penyakitnya. Selain itu, menurut Danti, pendamping berkemampuan dalam berkomunikasi dengan pasien, mengerti akan emosi dan perasaan dari pasien mengenai kanker payudara sehingga dapat berkomunikasi secara efektif. “Dampak emosional dari kanker payudara dan dapat memberikan pendapat strategis yang positif dalam mengatasi penyakitnya, mengerti segala sudut pandang dari kanker payudara, diagnosis dan perawatan sampai proses rehabilitasi,” kata Danti.

Para peserta yang turut dalam pelatihan dari RSUD Kabupaten Tangerang, Puskesmas Kecamatan Curug, Kab.Tangerang, Puskesmas Kecamatan Kelapa Dua, Kab. Tangerang, pasien RS Primaya Kabupaten Tangerang, Persatuan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI), Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan, Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta, RSU Daerah NTB, RS Royal Medan, Universitas Primma Indonnesua Medan dan beberapa penyintas kanker payudara.

Sejumlah materi pelatihan telah disiapkan dan dibawakan langsung oleh para ahlinya, diantaranya oleh dr. Walta Gautama, Sp.B, Supsp, Onk (K) yang membawakan materi Pengetahuan Dasar Kanker Payudara, Diagnosa dan Terapi. Kemudian ahli komunikasi Rizka Septiana, S.Sos, S.Si, M.Si. yang membawa materi Membangun Hubungan dan Kemampuan Berkomunikasi, psikolog Cindy Utami, M.Psi, yang memberikan pelatihan Dampak Emosional Akibat Kanker Payudara dan Sensitifitas Budaya dan Nelly Hursepuny, M.Psi, dengan materi Tehnik Konseling Pasien Kanker Payudara.