Foto : ilustrasi anak-anak yang ditelantarkan

Dinas KBPPA Gresik Gerak Cepat Lakukan Evakuasi dan Asesmen Terhadap Tiga Anak Terlantar 

Loading

GRESIK (independensi.com) – Tiga orang anak dibawah umur yakni, D (13), K (11) dan C (3), yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, harus dievakuasi ke rumah aman Dinas Keluarga Berencana Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPA) setempat.

Pasalnya, kondisinya cukup memprihatinkan setelah ayah kandungnya meninggal dan ibu kandungnya pun pergi tanpa alasan dan tidak diketahui keberadaannya.

Sehingga, ketiga anak itu harus hidup tak terurus dan terlunta-lunta. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka dapatkan dari rasa iba orang-orang yang ada  disekitar tempat tinggalnya.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPA) Gresik, dr. Titik Ernawati mengatakan penemuan anak-anak yang diduga ditelantarkan ini. Bermula dari adanya laporan masyarakat kepada Dinas Sosial (Dinsos), yang langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi.

“Awalnya petugas kami yang berada di UPT PPA mendapatkan laporan dari Dinsos, terkait adanya anak yang diduga ditelantarkan oleh orangtuanya dan membutuhkan penanganan serius. Karena, kondisinya yang sangat memprihatikan terutama yang bungsu usianya masih balita,” ujarnya, Kamis 14 Agustus 2025.

Menurut Titik sebagai langkah awal penanganan pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pemulihan fisik maupun psikis terhadap dua anak yang masih dibawah umur dan seorang anak yang masih balita.

“Khusus terhadap tiga anak-anak, saat ini telah dititipkan di rumah aman milik KBPPA untuk selanjutnya di bawah ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak agar mendapatkan penanganan berkelanjutan termasuk terkait dengan masalah pendidikan mereka,” tuturnya.

Selanjutnya, Titik menjelaskan, pihaknya akan melakukan asesmen berkala agar trauma mendalam yang dialami anak-anak bisa dipulihkan. Bahkan, untuk pemenuhan kebutuhan dasar yang mereka butuhkan juga disiapkan.

“Langkah cepat ini dilakukan, demi kebaikan kondisi mereka. Sebab, ibu kandungnya yang tidak diketahui keberadaannya tidak mempedulikannya kondisi anak-anaknya. Padahal anak-anak ini sangat butuh perhatian orang tua,” tandasnya.

Titik menambahkan bahwa ketiga anak tersebut juga memiliki dua orang kakak. Yakni, E (21), A (19), namun kedua kakaknya itu tidak mampu berbuat banyak untuk membantu memenuhi kebutuhan adik-adiknya.

“Agar kakak dari anak-anak tersebut, bisa mandiri dan tidak lagi mengandalkan uluran tangan atau bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berupaya mencarikan pekerjaan,” pungkasnya. (Mor)

About The Author