Program TULUS dilaksanakan dalam dua rangkaian kegiatan yang bertempat di Balai Warga Bella Casa Residence. Rangkaian pertama diadakan pada Kamis (3 Agustus 2025), dan rangkaian kedua pada Sabtu (9 Agustus 2025).
Program TULUS dilaksanakan dalam dua rangkaian kegiatan yang bertempat di Balai Warga Bella Casa Residence. Rangkaian pertama diadakan pada Kamis (3 Agustus 2025), dan rangkaian kedua pada Sabtu (9 Agustus 2025).

TULUS: Program Pengabdian Masyarakat untuk Lansia Sehat dan Bahagia

Loading

DEPOK (IndependensI.com)Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bernama TULUS (Temani Usia Lanjut untuk Sehat). Program ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) dalam upaya pencegahan demensia pada lansia.

Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran lansia dan keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan reproduksi. Program ini dilaksanakan dalam dua rangkaian kegiatan yang bertempat di Balai Warga Bella Casa Residence, Depok. Rangkaian pertama diadakan pada Kamis (3 Agustus 2025), dan rangkaian kedua pada Sabtu (9 Agustus 2025).

Program TULUS berupaya memperkuat program Posbindu PTM dalam pencegahan demensia. Menurut Ketua Pengmas, Sri Yona, S.Kp., M.N., Ph.D., data dari WHO menunjukkan bahwa setiap tiga detik, ada satu orang yang mengalami demensia. Dengan angka harapan hidup yang tinggi di Depok dibandingkan rata-rata nasional, program pencegahan demensia sangat diperlukan dan harus memperkuat program yang sudah ada.

Pada rangkaian pertama, para kader posbindu diberi pelatihan workshop, modul pembekalan (empat modul: demensia, pengenalan program TULUS dengan komunikasi lansia, sehat lansia, dan kesehatan reproduksi lansia), serta hibah alat tensi digital. Tim pengmas ini diketuai oleh Sri Yona, S.Kp., M.N., Ph.D., dan didukung oleh tim dosen FIK UI, dosen Universitas Veteran Jakarta, dan mahasiswa pascasarjana.

Dosen dan mahasiswa FIK UI berfoto bersama kader Posbindu PTM.
Dosen dan mahasiswa FIK UI berfoto bersama kader Posbindu PTM.

Pendeteksian Dini Demensia

Salah satu sesi penting dalam workshop adalah pengenalan demensia yang disampaikan oleh pakar gerontik, Yossie Susanti Eka Putri, S.Kp., M.N., Ph.D. Ia menjelaskan bahwa demensia bukanlah bagian normal dari proses penuaan, melainkan suatu kondisi medis yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. Gejala awalnya meliputi mudah lupa, disorientasi waktu dan tempat, kesulitan menemukan kata, dan perubahan perilaku. Demensia dapat dicegah atau diperlambat dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini dan menjaga interaksi sosial lansia tetap aktif.

Para kader juga diajarkan cara memberikan stimulasi kognitif sederhana, seperti mengajak lansia berbicara atau bermain teka-teki. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengisian kuesioner

Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk deteksi dini demensia, yang dipandu oleh Ns. Dr. Dikha Ayu Kurnia, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB. Tips praktis untuk kader mencakup mengajak lansia bersosialisasi, memotivasi untuk bergerak, melibatkan keluarga, dan rutin mengajak lansia berbagi cerita.

Lanjutkan membaca

About The Author