Djamari Chaniago (Istimewa)

Djamari Chaniago Menjadi Simbol Rekonsiliasi Politik Presiden Prabowo

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) di Istana Negara, Rabu (17/9/2025). Sosok yang dikenal tegas dan lugas itu dipercaya memegang kendali stabilitas politik dan keamanan nasional di bawah Kabinet 2024–2029.

Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara, yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti. Jabatan Menko Polkam sempat kosong setelah pencopotan Budi Gunawan dan sementara dijabat oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam prosesi khidmat, Djamari mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden. “Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” tegasnya. Setelah penandatanganan berita acara, acara pelantikan ditutup dengan pengumandangan lagu Indonesia Raya serta ucapan selamat dari Presiden dan para menteri.

Djamari Chaniago bukan nama baru di dunia militer Indonesia. Pria kelahiran Padang, 76 tahun silam ini merupakan lulusan Akabri 1971. Ia pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi (1997–1998), Pangkostrad (1998–1999), hingga Kepala Staf Umum (Kasum) TNI (2000–2004).

Hubungan Djamari dan Prabowo juga menyimpan catatan sejarah. Keduanya sama-sama berasal dari korps Kostrad. Namun, Djamari pernah menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang menjatuhkan sanksi kepada Prabowo terkait kasus penculikan aktivis 1997–1998. Penunjukan ini pun dinilai sebagai sinyal kuat rekonsiliasi politik.

Septiawan M.Si (Han).

“Ini adalah pesan kuat tentang persatuan. Prabowo mampu merangkul sosok yang dahulu pernah menjadi pengadilnya, demi kepentingan bangsa,” ujar pengamat pertahanan sekaligus kandidat doktor Ketahanan Nasional UGM, Septiawan M.Si (Han) melalui keterangan tertulis, Rabu (17/9/2025).

Tiga Faktor

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Iwan mengetengahkan, ada tiga faktor utama yang membuat Djamari dipercaya Presiden Prabowo. Menurut Iwan, Djamari memiliki kemampuan koordinasi lintas unit yang dibuktikan saat memimpin Kodam dan Kostrad. Kemudian, Djamari sebagai figur senior yang dihormati lintas matra TNI dan melakukan langkah rekonsiliasi politik yang memperlihatkan kedewasaan bernegara.

“Sebagai Menko Polkam, Djamari akan mengoordinasikan kementerian strategis seperti Kemendagri, Kemenlu, Kemenkumham, Kemenhan, TNI, dan Polri,” ujar Iwan yang juga pendiri Indonesia Defense & Security Strategic Forum (IDSF). “Tantangan besar di depan mata antara lain menjaga stabilitas politik domestik, mencegah konflik horizontal, hingga merespons dinamika keamanan global yang terus bergerak cepat,” ungkap  lulusan Magister dari Universitas Pertahanan ini.

Dengan segudang pengalaman militer dan kedekatan historisnya dengan Presiden, publik menaruh harapan besar pada kiprah Djamari Chaniago dalam menjaga keamanan nasional serta memperkuat persatuan bangsa. 

About The Author