![]()
BEKASI (Independensi.com)- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Bekasi, selain memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai tugas utama, harus juga dapat memberikan pendapat bagi pemerintah daerah.
Terkait hal itu, Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi Bekasi, yang merupakan salah satu BUMD di Kabupaten Bekasi, dapat meningkatan pendapatan asli daerah (PAD.
Penjelasan itu disampaikan anggota Dewas Perumda Tirta Bhagasasi, Bagas Sugeng Triyanto, kemarin.
Dikatakan, saat pelantikan mereka, Bupati Bekasi sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Tirta Bhagasasi, menekan hal itu, agar Dewas bersama Direksi perusahaan meningkatkan pendapatan.
“Program kerja tahun pertama hingga akhir periode, salah satunya, kita mempunyai orientasi bahwa Direksi Perumda Tirta Bhagasasi benar-benar memastikan untuk dapat meningkatkan PAD,” ujar anggota Dewas Perumda Tirta Bhagasasi, tersebut.
Harapan itu, sejalan dengan keinginan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang tengah gencar mengevaluasi BUMD Kabupaten Bekasi untuk mendongkrak PAD sehingga dapat memperkuat kas daerah.
Ia menginginkan penyertaan modal (PM) daerah yang diberikan kepada BUMD berdampak nyata bagi pembangunan di Kabupaten Bekasi. Kemudian, setiap tahun Pemkab Bekasi, juga dapat meningkatkan PM nya untuk dijadikan buat pengembangan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Sebagai Dewas, pihaknya juga akan terus memberikan motivasi kepada Direksi dan jajaran a mencari potensi-potensi pengembangan usaha yang berdampak menjadi pendapatan bagi Perumda Tirta Bhagasasi, Bagas menambahkan.
Empat orang Dewas Perumda Tirta Bhagasasi, juga fokus terhadap penyelesaian persoalan yang tengah dihadapi perusahaan, terkait kerjasama dengan badan usaha swasta yang selama ini, sudah berjalan.
Evaluasi kerjasama tersebut juga salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
Hal itu juga yang pernah disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi. Sebab, kedepan kerjasama investasi dilakukan sesuai kebutuhan, dan bukan karena keinginan. (jonder sihotang)

